
Ousmane Dembele. (Instagram @psg)
JawaPos.com-Bukan hanya karena trofi prestisius itu akhirnya jatuh ke tangan Ousmane Dembélé, tetapi juga karena suasana haru bercampur bahagia yang mewarnai ruang makan akademi kecil di wilayah Normandy tersebut.
Pada Senin (22/9) malam waktu setempat, para pemain muda bersama jajaran pelatih Evreux FC berkumpul untuk menggelar nonton bareng (nobar) acara penganugerahan Ballon d’Or.
Ketika nama Dembélé diumumkan sebagai pemenang, sorak sorai pecah. Para pemain melompat, berpelukan, hingga melakukan selebrasi kecil seolah baru saja memenangkan gelar juara liga.
Selebrasi meriah itu punya alasan kuat. Dembélé bukan sosok asing bagi mereka. Jauh sebelum dikenal sebagai bintang Paris Saint Germain (PSG) dan timnas Prancis, Dembélé menimba ilmu di Akademi Evreux FC pada 2009–2010.
Saat itu, dia baru berusia 10 tahun, penuh talenta, dan baru memulai perjalanan panjangnya di dunia sepak bola. Meski hanya semusim, jejak Dembélé meninggalkan kesan mendalam.
Pada 2010, dia melanjutkan perjalanan ke akademi Rennes hingga 2015 sebelum akhirnya masuk ke level profesional. Melihat mantan anak didiknya kini berdiri di puncak dunia sepak bola membuat Evreux FC merasa menjadi bagian kecil dari cerita besar karirnya.
Evreux FC sendiri bukan klub papan atas Prancis. Tim senior mereka saat ini bermain di kompetisi Regional Normandy, kasta ketujuh dalam piramida sepak bola Prancis. Bermarkas di Stade du 14 Juillet Madeleine dengan kapasitas hanya 300 penonton, klub ini jauh dari sorotan media besar.
Namun, keberhasilan Dembélé menjuarai Ballon d’Or seakan menjadi cahaya yang menerangi nama Evreux FC di panggung internasional. Tim yang berdiri pada 2009 itu kini punya alasan kuat untuk tampil percaya diri, mereka pernah mendidik seorang pemain terbaik di dunia.
Perayaan sederhana di ruang makan akademi itu mungkin terlihat kecil dibanding pesta megah di Paris, tempat penganugerahan berlangsung. Tapi bagi para pemain muda Evreux FC, malam itu menjadi motivasi.
Mereka belajar bahwa perjalanan Dembélé dimulai dari lapangan kecil, bukan stadion megah. Bahwa kerja keras, disiplin, dan kesempatan bisa membawa seseorang ke puncak dunia.
Malam itu Evreux FC merayakan Ballon d’Or bukan hanya sebagai prestasi individu, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa kerja sebuah akademi kecil dapat meninggalkan jejak besar. Suasana hangat, tawa, dan sorakan yang menggema di ruang makan mereka akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Bagi Evreux FC, Ousmane Dembélé bukan sekadar mantan pemain akademi. Dia adalah simbol harapan, inspirasi, dan bukti bahwa sebuah mimpi besar bisa lahir dari kota kecil di jantung Normandy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022