Facundo Garces saat bela Deportivo Alaves di La Liga. (Media Deportivo Alaves)
JawaPos.com — Efek domino sanksi FIFA terhadap Timnas Malaysia kini semakin terasa. Bek naturalisasi mereka, Facundo Garces, resmi tak bisa membela Deportivo Alaves di ajang La Liga Spanyol akibat hukuman yang dijatuhkan federasi sepak bola dunia.
Nama Garces langsung dicoret dari daftar skuad Alaves untuk menghadapi RCD Mallorca pada Sabtu (27/9/2025). Keputusan ini membuat lini pertahanan klub asal Basque tersebut kehilangan salah satu pilar utamanya di awal musim.
Dalam pernyataan resminya, Deportivo Alaves mengaku telah menerima pemberitahuan dari Komite Disiplin FIFA terkait sanksi tersebut.
Klub juga menegaskan tetap menghormati asas praduga tak bersalah terhadap sang pemain hingga proses hukum selesai.
“Deportivo Alavés telah menerima pemberitahuan resmi mengenai sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin FIFA kepada Facundo Garcés, sebagai bagian dari resolusi yang diumumkan secara publik oleh badan internasional tersebut,” dikutip dari laman resmi klub, Minggu (28/9/2025).
Meski begitu, efek larangan bermain tetap berlaku seketika. Garces pun tidak diperbolehkan bergabung dengan skuad untuk pertandingan penting menghadapi Mallorca di Stadion Mendizorrotza.
“Akibat keputusan ini, Facundo Garcés tidak akan dimasukkan dalam skuad untuk pertandingan sore ini melawan RCD Mallorca.”
“Deportivo Alavés ingin menekankan rasa hormatnya terhadap praduga tak bersalah sang pemain dan berharap kasus ini akan diselesaikan secepat mungkin.”
FIFA menjatuhkan sanksi 12 bulan larangan bermain bagi tujuh pemain Timnas Malaysia karena terbukti melanggar aturan naturalisasi. Mereka kedapatan menggunakan dokumen palsu yang menyalahi Pasal 22 Kode Disiplin FIFA.
Selain Garces, nama lain yang ikut terseret adalah Gabriel Palmero, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Seluruhnya dilarang mengikuti aktivitas sepak bola profesional, baik di level klub maupun timnas.
Hukuman tersebut juga disertai denda individual sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp 41 juta. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diwajibkan membayar 350.000 franc Swiss atau setara Rp 7,3 miliar.
FAM masih berpeluang mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Namun, hingga banding diputuskan, para pemain tetap harus menjalani masa skorsing sesuai keputusan awal FIFA.
Kasus ini menjadi pukulan berat bagi Malaysia yang tengah membangun skuad kompetitif untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kehilangan tujuh pemain naturalisasi membuat kekuatan mereka pincang menjelang laga-laga krusial.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
