Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Oktober 2025 | 14.29 WIB

Singapura Terpuruk di Menit Akhir! Buang Peluang Emas ke Piala Asia di Hadapan Publik Sendiri

Singapura terpuruk melawan sepuluh pemain India, menyia-nyiakan peluang emas dalam upaya mereka lolos ke Piala Asia AFC (sumber ESPN)

JawaPos.com - Timnas Singapura sempat berada di ambang kemenangan besar di hadapan publik sendiri saat berlaga melawan India di National Stadium. Hanya beberapa menit lagi, The Lions akan menapaki langkah penting menuju Piala Asia untuk pertama kalinya sejak 1984. Namun, seperti sering terjadi dalam kisah sepak bola mereka, drama kembali menampar di saat paling krusial.

Malam itu, harapan berubah menjadi kelengahan, dan kelengahan berubah menjadi penyesalan. Gol menit ke-90 dari pemain India, Rahim Ali, memupus tiga poin yang nyaris dalam genggaman, membuat skor berakhir 1-1.

Bagi banyak suporter yang memadati stadion, hasil itu terasa seperti deja vu: Singapura kembali membangun, lalu menghancurkan diri mereka sendiri.

Sebenarnya, semua berjalan sesuai rencana hingga hampir seluruh waktu normal berakhir. Kapten Hariss Harun menjadi arsitek awal keunggulan Singapura dengan umpan lambung yang presisi di penghujung babak pertama. Shawal Anuar menjemput bola dengan kecepatan penuh, menarik kiper India keluar, dan memberi ruang bagi Ikhsan Fandi untuk menuntaskan peluang ke gawang kosong.

Gol itu menjadi simbol harapan, bukan hanya untuk laga ini, tapi untuk kebangkitan sepak bola Singapura.

Dan saat bek India, Sandesh Jhingan, dikartu merah pada menit ke-47 karena pelanggaran terhadap Ikhsan, Singapura seperti mendapat karpet merah menuju tiga poin. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain, peluang demi peluang datang. Namun, efektivitas menjadi masalah klasik yang belum juga terpecahkan.

Sepak bola seringkali kejam terhadap satu kesalahan. Bagi Jordan Emaviwe, malam itu mungkin akan menjadi pelajaran yang tidak terlupakan.

Pada menit ke-90, dengan keunggulan 1-0 dan permainan tampak terkendali, umpan baliknya ke kiper Izwan Mahbud justru terlalu lemah. Bola jatuh di antara kiper dan bek, dan pemain India, Rahim Ali, hanya perlu berlari sedikit sebelum menyapu bola ke gawang kosong.

Dalam sekejap, sorak kemenangan berubah menjadi keheningan. Kesalahan itu seakan merangkum seluruh perjalanan The Lions selama bertahun-tahun, kerja keras yang runtuh oleh kehilangan fokus di detik terakhir.

Di bawah staff kepelatihan yang baru, Singapura menekankan pentingnya disiplin dan intensitas. Namun, pertandingan melawan India memperlihatkan bahwa masalah mendasar mereka belum berubah. Mentalitas ketika unggul ternyata belum teruji baik.

Sementara India, meski bermain dengan sepuluh orang sejak awal babak kedua, menunjukkan daya juang luar biasa. Mereka bertahan rapat, menunggu celah, dan akhirnya mendapatkannya. Bagi mereka, satu poin terasa seperti kemenangan.

Singapura, di sisi lain, harus menatap hasil ini sebagai pengingat. Gol-gol mudah yang hilang, keputusan yang terburu-buru, dan kesalahan dasar, semua itu membuat mereka kembali harus bekerja dua kali lebih keras untuk mewujudkan mimpi Piala Asia.

Dengan hasil imbang ini, Singapura masih memiliki peluang untuk lolos dari Grup C. Namun, mereka kehilangan momentum yang seharusnya menjadi milik mereka sendiri.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore