Enzo berbicara di konferensi pers setelah kekalahan melawan Sunderland. (Dok. Chelsea FC)
JawaPos.com – Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, mengungkapkan bahwa kurangnya konsistensi menjadi faktor yang merugikan timnya setelah mereka mengalami kekalahan mengejutkan 1-2 dari Sunderland di Stamford Bridge pada Sabtu (25/10) dini hari.
Gol yang dicetak oleh Chemsdine Talbi di menit ketiga masa injury time menjadi penentu hasil pertandingan tersebut, sekaligus mengakhiri rangkaian empat kemenangan beruntun The Blues di semua kompetisi.
Kekalahan ini sangat kontras dengan performa mereka di pertandingan kandang sebelumnya, di mana Chelsea berhasil mengalahkan Liverpool. Maresca merasa bingung dengan pergeseran nasib yang signifikan ini, karena timnya mampu meraih kemenangan melawan juara bertahan, tetapi justru harus mengakui keunggulan tim promosi di markas mereka sendiri.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Maresca menyatakan, "Kami tidak cukup baik (dalam pertandingan melawan Sunderland) dan di Liga Inggris konsekuensinya bisa buruk. Ketika Anda tidak bisa menang, penting bagi Anda untuk tidak kalah." Ia menekankan bahwa untuk bisa bersaing di puncak klasemen, konsistensi menjadi hal yang sangat diperlukan. "Menang empat kali berturut-turut dan kemudian (kekalahan) hari ini, itu menunjukkannya (ketidakkonsistenan Chelsea)," tambahnya.
Pelatih asal Italia ini juga mengungkapkan harapannya, "Jika kita bisa memiliki level itu (kemenangan beruntun) dan level ini (kalah mengejutkan dari tim promosi), mungkin lebih baik (Chelsea) memiliki sesuatu di antaranya, untuk selalu berada dalam cara (bermain) yang sama." Ia merasa hasil imbang seharusnya menjadi hasil yang adil, namun gol kemenangan Talbi di menit-menit akhir menjadikan laga tersebut sangat dramatis.
"Situasinya bisa mudah. Kami selalu bermain dua lawan satu (di lapangan), penyerang menghadapi gawangnya sendiri. Situasinya mudah untuk bertahan. Dalam hal itu (bertahan) kami harus bermain lebih baik," lanjutnya.
Sepanjang pertandingan, Chelsea terlihat lebih banyak mengoper bola dari sisi kiri ke kanan dan kembali lagi, berusaha mencari celah di pertahanan Sunderland yang sangat solid.
"Kurangnya kreativitas, kami tidak banyak menciptakan peluang. Kami kesulitan. Kami butuh pemain kami untuk tampil 100 persen. Bahkan saat skor 1-0, kami kalah dalam duel, kami kehilangan bola kedua. Melawan tim ini, Anda harus memenangkannya," tutup pelatih berusia 45 tahun ini.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
