Real Madrid di bawah Xabi Alonso masih kesulitan tampil konsisten di laga besar (Instagram @realmadrid)
JawaPos.com - Setelah kemenangan telak dan meyakinkan atas Valencia di La Liga, Real Madrid harus menelan kekalahan dari Liverpool di Liga Champions.
Meski hanya kalah tipis 1-0, apa yang terjadi di Anfield menjadi pengingat bahwa strategi racikan Xabi Alonso masih jauh dari kata sempurna, terutama saat menghadapi laga-laga besar.
Masih segar di ingatan ketika skuad Real Madrid dihancurkan PSG di Piala Dunia Antarklub FIFA dengan skor memalukan 4-0. Di La Liga, mereka juga kalah dari tim sekota, Atlético Madrid, dengan skor 5-2.
Dalam laga melawan Juventus, bahkan di El Clasico, meski berhasil menang, performa Real Madrid tetap tampak kurang meyakinkan karena hanya menang dengan skor tipis.
Melansir dari Madrid Universal, ada beberapa masalah utama yang membuat Real Madrid kesulitan menghadapi laga besar. Xabi Alonso harus segera menemukan solusinya, mengingat lawan-lawan berat sudah menanti di depan.
1. Pertahanan yang Rapuh dari Skema Bola Mati
Masalah pertama Real Madrid di bawah asuhan Alonso adalah pertahanan yang buruk dalam membendung skema bola mati. Para bek sering kalah dalam duel udara, yang menjadi salah satu penyebab utama.
Kelemahan ini dimanfaatkan dengan baik oleh pasukan Arne Slot. Gol tunggal Liverpool, yang sekaligus menjadi gol kemenangan, lahir dari skema bola mati. Bola dibiarkan melayang di udara tanpa ada yang mengganggu atau mengawal Mac Allister, yang dengan bebas menyundul bola masuk ke gawang Courtois.
Masalah ini sebenarnya sudah terlihat saat Real Madrid menghadapi skuad Diego Simeone. Dua gol di babak pertama yang mengoyak gawang Courtois juga lahir dari sundulan.
Bahkan penalti yang didapatkan Atlético berasal dari kesalahan pemain Madrid dalam mengantisipasi tendangan sudut di babak kedua.
Alonso bukan tanpa upaya dalam mengatasi situasi ini. Mantan gelandang terbaik Real Madrid tersebut sudah menggandeng asisten kepercayaannya, Sebas Parrilla.
Parrilla adalah sosok yang berjasa mengubah Bayer Leverkusen menjadi salah satu tim terbaik dalam menghadapi skema bola mati.
Kabarnya, Real Madrid juga telah merekrut spesialis bola mati Leganés, Jesús Rueda. Namun meskipun mereka sadar akan masalah ini, solusinya belum terlihat hingga saat ini.
Jika dibiarkan, lawan akan terus mengekspos pertahanan Real Madrid melalui skema bola mati.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
