Beberapa penonton Liverpool terjatuh dalam Tragedi Hillsborough di Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris, pada 15 April 1989 silam (David Giles/Associated Press)
JawaPos.com – Lembaga Independen untuk Perilaku Kepolisian wilayah Inggris dan Wales (IOPC) baru saja merilis laporan atas investigasi Tragedi Hillsborough pada Selasa (2/12). Dikutip dari situs berita ESPN dan laman resmi IOPC, laporan IOPC tersebut memperkuat temuan Laporan Panel Independen Hillsborough (HIP) yang diterbitkan pada 2012 silam.
Untuk diketahui, Tragedi Hillsborough merupakan salah satu peristiwa terburuk dalam sejarah sepak bola. Insiden itu menewaskan 97 suporter Liverpool dalam pertandingan semifinal Piala FA melawan Nottingham Forest di Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris, pada 15 April 1989 silam
Kedua investigasi di atas mendukung Penyelidikan Goldring oleh Sir John Goldring pada tahun 2014 dan berakhir pada 2016 yang mengacu pada penyelidikan yudisial panjang atas Tragedi Hillsborough.
Penyelidikan Goldring menyediakan satu juta lebih halaman dokumentasi dan ratusan jam rekaman audio-visual yang menunjukkan bahwa semua korban tewas Tragedi Hillsborough dibunuh secara tidak sah.
Selain itu, investigasi tersebut kembali tidak menemukan bukti yang mendukung pernyataan polisi bahwa perilaku para suporter menyebabkan atau merupakan faktor terjadinya tragedi.
IOPC mengatakan bahwa Kepolisian South Yorkshire di Inggris pada dasarnya gagal dalam perencanaan pertandingan, dalam respon saat tragedi terjadi, dan dalam cara menangani para suporter dan keluarga yang trauma dalam mencari orang yang mereka cintai.
Wakil Direktur Jenderal IOPC Kathie Cashell mengatakan bahwa ia berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung investigasi atas Tragedi Hillsborough.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung investigasi kami dengan membagikan kisah pribadi mereka tentang apa yang terjadi pada tahun 1989 dan tahun-tahun setelahnya,” kata Cashell.
“(Sebanyak) 97 orang terbunuh secara tidak sah, keluarga mereka, para penyintas tragedi, dan semua terdampak begitu dalam, telah berulang kali dikecewakan-sebelum, selama, dan setelah peristiwa mengerikan hari itu,” tambahnya.
Cashell juga memaparkan bahwa IOPC melakukan 161 investigasi terpisah terhadap 352 pengaduan dan masalah perilaku polisi.
Ia menitikberatkan bahwa lebih dari 100 pengaduan terkait dengan tindakan pejabat senior di Kepolisian South Yorkshire dan Kepolisian West Midlands, yang berperan penting dalam pengawasan pertandingan maupun terlibat dalam dampak tragedi.
Cashell kemudian menjelaskan sebanyak 12 polisi bertanggung jawab atas pelanggaran berat di antaranya Kepala Kepolisian South Yorkshire dan sembilan petugas lainnya, lalu asisten kepala Kepolisian West Midlands serta kepala detektif superintendent.
“Publikasi hari ini adalah puncak dari proses panjang, termasuk penyelidikan terpanjang dalam sejarah hukum Inggris dan sejumlah persidangan pidana, yang didukung oleh investigasi kami,” ucap Cashell.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
