Florentino Perez dikabarkan murka usai Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey. Enam pemain disebut berada di bawah sorotan akibat performa dan sikap yang mengecewakan. (Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Kekalahan Real Madrid di ajang Copa del Rey benar-benar meninggalkan luka mendalam. Bukan hanya bagi para pendukung, tetapi juga di lingkaran internal klub.
Ada kemarahan besar yang dirasakan di tubuh Los Blancos, terutama karena minimnya intensitas, minat, dan keinginan yang terlihat di lapangan. Situasi ini jelas tak bisa dianggap sepele dan berpotensi memicu dampak besar dalam waktu dekat.
Melansir Defensa Central, Florentino Perez selaku Presiden Real Madrid disebut telah menyoroti enam pemain yang dinilai paling terpengaruh dan paling bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
Nama-nama seperti Vinicius Junior, Eduardo Camavinga, Andriy Lunin, dan Fran García masuk dalam daftar utama. Kekalahan melawan Albacete disebut sangat memukul mental mereka, dan kini, dengan satu atau lain cara, semuanya terbuka terhadap kemungkinan menerima tawaran di bursa transfer.
Tak hanya itu, dua pemain lain juga masuk radar pengawasan klub, yakni Dean Huijsen dan Arda Güler. Pihak manajemen sebenarnya masih percaya bahwa para pemain ini bisa kembali ke performa terbaik ketika kondisi fisik mereka membaik.
Namun, ketidakpuasan terhadap penampilan dan sikap mereka dalam beberapa bulan terakhir sulit diabaikan. Yang menjadi garis bawah, para pemain muda tentu tidak memikul tanggung jawab sebesar para pemain tim utama.
Di atas kertas, Real Madrid seharusnya tampil jauh lebih dominan dibanding Albacete. Fakta bahwa hal itu tidak terjadi justru memperbesar kekecewaan di internal klub.
"Kita semua terluka, kita harus bangkit dan bersiap untuk pertandingan pada Sabtu," ujar Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers seusai laga.
Kata-kata itu mencerminkan suasana ruang ganti Real Madrid setelah pertandingan. Keheningan mencekam menyelimuti para pemain, seolah semua kehilangan arah.
Arbeloa yang mengambil peran untuk menyemangati tim, mencoba membangkitkan mental para pemain agar tidak terus terjebak dalam rentetan hasil negatif. Saat ini, semuanya memang terlihat suram dari sudut pandang mereka.
Setelah kekalahan menyakitkan seperti ini, Real Madrid tak punya banyak pilihan selain bangkit. Melupakan hasil buruk hanya bisa dilakukan dengan kerja keras dan evaluasi menyeluruh.
Analisis mendetail atas kesalahan di lapangan menjadi keharusan, begitu pula dengan upaya memperbaiki sikap dan profesionalisme.
Bakat di dalam skuad jelas ada. Namun, tanpa kondisi fisik yang optimal dan mentalitas yang tepat, potensi itu tak akan berarti banyak.
Beberapa kebiasaan yang merugikan profesionalisme pemain juga harus segera diubah jika Real Madrid ingin kembali ke jalur yang semestinya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
