
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (X/FabrizioRomano)
JawaPos.com - Mantan penyerang sekaligus eks direktur olahraga Real Madrid, Predrag Mijatovic, melontarkan penilaian yang sangat jujur terkait kekalahan mengejutkan Real Madrid di Copa del Rey saat disingkirkan Albacete.
Alih-alih menjadi momentum kebangkitan di era baru Alvaro Arbeloa, laga tersebut justru memperdalam krisis yang kini melanda klub ibu kota Spanyol itu.
Tersingkirnya Madrid dari Copa del Rey jelas bukan insiden yang berdiri sendiri. Dalam rentang waktu hanya empat hari, Los Blancos mengalami serangkaian pukulan berat: kalah dari Barcelona di Piala Super Spanyol, memecat Xabi Alonso, lalu tersingkir secara memalukan dari Copa del Rey.
Penilaian Langsung dari Mijatovic
Melansir Defensa Central, berbicara soal situasi tersebut, Mijatovic menjelaskan dengan lugas bagaimana Real Madrid, menurutnya, membiarkan diri mereka terjebak dalam kondisi ini.
“Dalam empat hari, Real Madrid telah kehilangan dua gelar dan seorang pelatih. Pertandingan ini datang setelah kalah di Piala Super dari rival abadi mereka,” ungkap sang mantan penyerang.
“Saat pelatih diganti, para pemain mengira mereka bermain melawan tim yang lebih lemah, bahwa mereka akan bermain santai, dan terjadilah hal ini.”
“Dalam situasi ini, satu-satunya orang yang dapat mengubah jalannya peristiwa bukanlah pelatih atau presiden. Melainkan para pemain. Tidak ada cara lain untuk memperbaikinya,” kata mantan pemain sepak bola itu.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa, di mata Mijatovic, akar masalah Madrid saat ini tidak semata-mata terletak pada pergantian pelatih atau keputusan manajemen, melainkan pada mentalitas dan tanggung jawab para pemain di lapangan.
Masalah Utama: Tak Ada Pemimpin
Mijatovic kemudian menggali lebih dalam dan menunjuk satu persoalan yang ia anggap paling mengkhawatirkan: ketiadaan figur pemimpin sejati di dalam tim.
“Saya akan lebih tenang jika ada Kroos, Modric, Ramos, seorang pemimpin, pemain senior di ruang ganti yang, pada saat tertentu, akan mengajak para pemain muda berbicara empat mata dan mencoba mengubah keadaan.”
Ia menutup penilaiannya dengan nada yang cukup suram.
“Saat ini, ini adalah tim yang tidak memiliki pemimpin khusus, terlepas dari apa yang dipikirkan Xabi atau Arbeloa.”

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
