Manchester United sepak pojok saat vs Tottenham
JawaPos.com - Manchester United mulai menunjukkan wajah berbeda musim ini, terutama dalam memanfaatkan situasi bola mati. Jika sebelumnya sepak pojok identik dengan duel udara di kotak penalti, kini Setan Merah tampil lebih variatif dengan memaksimalkan ruang di luar kotak 16 meter.
Perubahan itu terlihat jelas dalam kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur akhir pekan lalu. Gol pembuka yang dicetak Bryan Mbeumo lahir dari skema sepak pojok yang rapi, terukur, dan dieksekusi dengan kesadaran membuka ruang yang baik. Bukan kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras di lapangan latihan.
Pada musim lalu, United kesulitan mengembangkan variasi bola mati. Jadwal padat dan tuntutan fisik membuat latihan set piece hanya sebatas penempatan posisi tanpa pergerakan dinamis.
Kondisi tersebut membuat efektivitas sepak pojok United kerap menurun dan mudah ditebak lawan.
Situasi berubah musim ini. Dengan kalender pertandingan yang lebih bersahabat, staf pelatih memiliki ruang untuk mengasah lebih detail variasi skema latihan dengan bola mati.
Latihan bola mati kini dilakukan setiap simulasi pertandingan, namun tetap memperhatikan kondisi fisik pemain agar tidak kelelahan.
Di bawah arahan Carateker pelatih Michael Carrick, pengembangan set piece tetap melibatkan tim analis dan staf teknis.
Jonny Evans turut berperan dalam memantau setiap detail eksekusi, sementara Kaita Hasegawa menjadi otak di balik analisis pergerakan dan pemanfaatan ruang.
Hasilnya terlihat dari pola yang konsisten. Saat mengambil sepak pojok, United kerap menempatkan beberapa pemain di luar kotak penalti.
Tujuannya jelas, menarik penjagaan lawan ke area enam yard sekaligus membuka jalur tembak dari lini kedua.
Pola ini sudah beberapa kali menghasilkan sebuah hasil. Di pertandingan melawan Liverpool dan Burnley, United menciptakan peluang berbahaya melalui tembakan dari tepi kotak penalti, meski belum semuanya berujung gol. Namun fondasi taktik tersebut terus disempurnakan.
Keberadaan Bryan Mbeumo menjadi elemen penting. Pemain asal Kamerun itu tidak hanya tajam dalam penyelesaian akhir, tetapi juga cerdas membaca ruang dan timing.
Dikombinasikan dengan Bruno Fernandes sebagai pengumpan dan Amad Diallo yang piawai melakukan pergerakan tipuan, United kini punya variasi serangan yang lebih sulit ditebak.
Carrick menegaskan bahwa gol ke gawang Tottenham adalah buah dari kolaborasi staf dan pemain di lapangan latihan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
