
Moises Caicedo. (Dok. Instagram/@chelseafc)
JawaPos.com - Chelsea seperti sudah menaruh tiga poin di saku. Unggul dua gol sebelum menit ke-60, main di kandang sendiri, dan terlihat sepenuhnya memegang kendali laga. Tapi sepak bola memang hobi bikin drama.
Alih-alih pesta kemenangan, The Blues justru harus puas dengan hasil imbang 2-2 kontra Leeds United, Selasa malam. Dan satu momen jadi titik balik: tekel ceroboh Moises Caicedo di kotak penalti.
Joao Pedro dan Cole Palmer sempat membuat Stamford Bridge nyaman. Skor 2-0 terasa aman. Namun, situasi berubah ketika Caicedo menjatuhkan Jayden Bogle di area terlarang.
Wasit menunjuk titik putih, dan Lukas Nmecha tak menyia-nyiakan kesempatan. Penalti masuk, Leeds hidup kembali.
Enam menit berselang, situasi makin kacau. Noah Okafor mencetak gol dari jarak dekat setelah kemelut di depan gawang Chelsea—lagi-lagi melibatkan Bogle yang bikin lini belakang panik. Dalam waktu lima menit, keunggulan dua gol menguap begitu saja.
Melansir Football365, usai laga, Liam Rosenior tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia secara khusus menyoroti keputusan Caicedo yang berujung penalti.
“Kami tidak memperhatikan dua momen kunci, kami tidak tetap tenang.”
“Moi [Caicedo] adalah pemain yang luar biasa dan selalu menjadi yang terbaik sejak saya datang, tetapi kami membuat keputusan yang buruk di sana. Kami memberikan penalti.”
“Tendangan penalti masuk, mereka melakukan beberapa umpan panjang, merebut beberapa bola kedua. Pemain itu menyentuh bola dengan tangan dan itu memengaruhi pemain saya.”
“Kita hanya perlu memastikan kita menjaga momen-momen penting dan bersikap profesional. Hal yang menggelikan bagi kami adalah mereka berhasil mencetak dua gol dalam kurun waktu lima menit, dan selama sisa pertandingan, kami adalah tim yang lebih baik.”
Rosenior bahkan menilai Leeds nyaris tak memberi ancaman berarti di luar dua momen tersebut.
“Sejujurnya, saya tidak ingat Leeds pernah melakukan tembakan atau memiliki momen penting dalam pertandingan itu.”
Baca Juga: Manchester United Was-was! Bryan Mbeumo Tampak Pincang Usai Kemenangan Kontra Tottenham Hotspur
“Apa pun bisa terjadi dalam sepak bola jika Anda tidak memperhatikan momen-momen penting, tetapi saya harap orang-orang sudah bisa melihat perkembangannya. Ada perubahan dalam hal-hal yang ingin saya lihat.”
Ucapan itu ada benarnya. Secara permainan, Chelsea memang lebih dominan. Tapi di level atas, dominasi tanpa fokus adalah undangan untuk bencana kecil—atau dalam kasus ini, kehilangan dua poin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022