Manajer tim Gianluigi Buffon dan pelatih kepala timnas Italia Gennaro Gattuso. (Istimewa)
JawaPos.com–Timnas Italia memasuki fase penentuan. Setelah euforia 30 medali di Olimpiade mereda, perhatian publik kini tertuju pada skuad Gli Azzurri yang hanya memiliki 30 hari untuk menyiapkan laga playoff penting melawan Republik Irlandia.
Tanpa pemusatan latihan panjang, manajer tim Gianluigi Buffon dan pelatih kepala timnas Italia Gennaro Gattuso memilih pendekatan yang lebih sederhana namun bermakna. Menjaga kekompakan lewat kebersamaan di luar lapangan.
Sejumlah makan malam digelar untuk memastikan suasana tim tetap hangat dan solid. Langkah itu mungkin terdengar sepele, tetapi dalam situasi penuh tekanan, kedekatan emosional sering kali menjadi fondasi penting.
Buffon memahami betul arti loyalitas dan tanggung jawab. Dua dekade lalu, dia tetap bertahan bersama Juventus saat klub itu terdegradasi ke Serie B, meski berstatus juara dunia dan memiliki banyak tawaran besar.
Keputusan tersebut lahir dari rasa cinta dan komitmen, nilai yang kini coba ditularkan kepada para pemain timnas. Di sisi lain, Gattuso dikenal sebagai figur pekerja keras dengan karakter kuat. Sebagai pelatih, dia sadar tidak memiliki kemewahan waktu ataupun skuad bertabur bintang yang bisa langsung mengubah keadaan. Namun, mantan gelandang enerjik itu percaya pada kekuatan kolektif dan disiplin.
Situasi yang dihadapi Italia memang tidak mudah. Dua kegagalan besar sebelumnya masih membekas di benak publik.
Perbandingan dengan cabang olahraga lain yang tengah bersinar juga tak terhindarkan. Namun, di ruang ganti Azzurri, fokus hanya satu memaksimalkan waktu yang ada.
Buffon dan Gattuso mencoba memainkan peran berbeda namun saling melengkapi. Buffon lebih banyak menjadi penopang mental dan simbol kebanggaan biru, sementara Gattuso berkonsentrasi meracik strategi. Kombinasi pengalaman dan semangat ini diharapkan mampu mengangkat kembali kepercayaan diri tim.
Menuju duel kontra Irlandia, Italia tidak hanya membutuhkan taktik matang, tetapi juga mentalitas yang kuat. Dalam sepak bola, momen krusial kerap ditentukan oleh detail kecil komunikasi, solidaritas, dan keyakinan.
Tiga puluh hari ke depan akan menjadi ujian sesungguhnya. Tanpa persiapan ideal, Italia memilih merapatkan barisan. Dari meja makan hingga lapangan latihan, Buffon dan Gattuso berusaha memastikan satu hal, semangat Azzurri tetap menyala saat peluit kickoff berbunyi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022