
Selebrasi Timnas Tunisia.
JawaPos.com - Alih-alih menggelar laga pada malam hari setelah waktu berbuka puasa, pertandingan justru dipindahkan ke siang hari.
Keputusan ini berkaitan dengan kondisi infrastruktur stadion di Tunisia. Tidak semua stadion memiliki fasilitas lampu yang memadai untuk menggelar pertandingan malam.
Situasi tersebut membuat operator liga memilih waktu yang dianggap paling memungkinkan, yakni siang hari.
Di atas kertas, alasan tersebut memang terdengar masuk akal. Jika sebagian klub bermain malam sementara klub lain harus bertanding pada siang hari saat berpuasa, perbedaan kondisi fisik pemain bisa memunculkan ketidakadilan kompetisi.
Namun, yang membuat keputusan ini terasa janggal adalah pola jadwal pertandingan pada hari-hari biasa.
Di luar bulan Ramadhan, pertandingan Liga Tunisia justru sering dimainkan pada sore hari, sekitar pukul 16.00 atau 17.00 waktu setempat.
Artinya, waktu pertandingan yang sebelumnya relatif nyaman menjelang malam justru berubah lebih awal selama Ramadhan.
Laga yang biasanya digelar sore hari malah dimajukan menjadi sekitar pukul 13.00 atau 14.00 siang.
Bagi banyak pengamat sepak bola, perubahan tersebut terkesan kontradiktif. Di satu sisi, federasi sepak bola Tunisia ingin menjaga keadilan kompetisi karena keterbatasan stadion dengan lampu.
Namun di sisi lain, jadwal siang hari saat Ramadhan justru membuat pemain harus bertanding dalam kondisi berpuasa di bawah suhu yang lebih panas.
Situasi ini kemudian memicu perbincangan di kalangan penggemar sepak bola, terutama di media sosial.
Banyak yang menilai keputusan tersebut terasa kurang logis, karena seharusnya Ramadhan menjadi momentum untuk menyesuaikan jadwal ke waktu yang lebih ramah bagi pemain.
Beberapa kompetisi di negara lain yang mayoritas penduduknya muslim biasanya memilih menggelar pertandingan setelah waktu berbuka puasa atau pada malam hari selama Ramadhan. Selain lebih nyaman bagi pemain, jadwal malam juga dinilai lebih menarik bagi penonton.
Kondisi berbeda justru terlihat di Liga Tunisia. Ketika bulan Ramadhan tiba, jadwal pertandingan malah dimajukan ke siang hari karena keterbatasan fasilitas stadion.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi tantangan bagi sejumlah liga di dunia.
Tanpa fasilitas stadion yang memadai, pengaturan jadwal pertandingan sering kali menjadi kompromi yang tidak sepenuhnya ideal.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
