
Tottenham Hotspur. (Istimewa)
JawaPos.com–Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling sulit bagi Tottenham Hotspur dalam beberapa tahun terakhir. Klub asal London Utara itu kini menghadapi ancaman serius terdegradasi dari Premier League, sebuah situasi yang terasa kontras dengan ambisi besar mereka di awal musim.
Padahal, pada Agustus lalu Spurs nyaris meraih trofi penting. Mereka hanya terpaut beberapa detik dari kemenangan atas Paris Saint-Germain di ajang UEFA Super Cup.
Jika saat itu berhasil menang, Tottenham bisa saja mengklaim diri sebagai salah satu tim terbaik di Eropa. Namun tujuh bulan berselang, kondisi tim berubah drastis.
Penampilan yang tidak konsisten membuat Tottenham terperosok di papan bawah klasemen liga Inggris dan kini harus berjuang keras menghindari degradasi. Situasi semakin rumit setelah klub menunjuk Igor Tudor sebagai carateker pelatih.
Pelatih asal Kroasia tersebut datang dengan pendekatan yang cukup keras terhadap skuadnya. Dia bahkan pernah menyebut timnya memiliki tiga masalah utama kurang stamina, tumpul dalam menyerang, dan rapuh dalam bertahan.
Pernyataan tersebut sempat menuai perhatian publik. Banyak suporter menilai komentar Tudor terlalu blak-blakan, terutama di tengah kondisi tim yang sedang tertekan.
Sejauh ini perubahan yang diharapkan belum terlihat. Tottenham justru menelan beberapa kekalahan yang membuat posisi mereka semakin terancam.
Salah satu momen yang dianggap menjadi titik kritis musim Spurs terjadi saat menghadapi Crystal Palace. Dalam pertandingan tersebut, Tottenham sebenarnya sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya kehilangan momentum.
Bek Micky van de Ven menerima kartu merah yang membuat tim harus bermain dengan 10 pemain. Situasi itu dimanfaatkan Palace untuk membalikkan keadaan dan menambah tekanan bagi Spurs.
Kekalahan tersebut mempertegas persoalan yang dihadapi Tottenham musim ini. Tim kerap kehilangan fokus pada momen penting dan gagal menjaga keunggulan.
Meski demikian, harapan belum sepenuhnya tertutup. Dengan beberapa pertandingan tersisa di liga, Tottenham masih memiliki peluang untuk mengamankan posisi dan bertahan di Premier League.
Sebagian pengamat menilai Spurs hanya membutuhkan beberapa kemenangan lagi untuk menjauh dari zona merah. Namun mereka harus segera menemukan konsistensi jika tidak ingin musim ini berakhir dengan kekecewaan besar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022