
Kai Havertz (Bein Sports)
JawaPos.com - Arsenal berhasil menghindari kekalahan dramatis saat bertandang ke BayArena pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Gol penalti Kai Havertz di menit ke-89 memastikan The Gunners pulang dengan hasil imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen.
Melansir The Nation, penyerang asal Jerman tersebut tampil sebagai penyelamat tim setelah dengan tenang mengeksekusi penalti di akhir pertandingan.
Penalti itu diberikan setelah Noni Madueke dijatuhkan di dalam kotak oleh Malik Tillman, yang membuat wasit menunjuk titik putih meski sempat mendapat protes dari para pendukung tuan rumah.
Bagi Havertz, momen tersebut terasa cukup spesial. Ia pernah menghabiskan satu dekade bersama Leverkusen sejak masa akademi sebelum akhirnya pindah ke Inggris dengan nilai transfer besar pada tahun 2020.
Arsenal sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup meyakinkan. Tim asuhan Mikel Arteta tampil agresif sejak awal dan hampir mencetak gol lebih dulu melalui Gabriel Martinelli.
Winger asal Brasil itu menerima umpan dari Viktor Gyökeres sebelum melepaskan tembakan keras yang hanya mampu membentur mistar gawang. Itu menjadi peluang terbaik Arsenal di babak pertama.
Meski demikian, Leverkusen tetap disiplin dalam bertahan dan menunggu kesempatan untuk menyerang balik. Kesempatan itu akhirnya datang tepat setelah babak kedua dimulai.
Tim tuan rumah berhasil memanfaatkan situasi sepak pojok yang dikirimkan dengan baik oleh Alex Grimaldo. Bola tersebut disambut oleh Robert Andrich yang dibiarkan tanpa pengawalan di tiang jauh, dan sundulannya berhasil membawa Leverkusen unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Arsenal berada dalam posisi sulit. Sepanjang babak kedua, mereka kesulitan menciptakan peluang bersih untuk menyamakan kedudukan.
Melihat situasi tersebut, Arteta melakukan perubahan penting dengan memasukkan Noni Madueke dan Kai Havertz dari bangku cadangan. Keputusan itu terbukti menjadi kunci kebangkitan Arsenal.
Baca Juga:Lampu Hijau Trump untuk Iran di Piala Dunia 2026! Gianni Infantino Pasang Badan Jamin Keselamatan
Madueke menjadi sosok yang memulai momen penentu. Ia melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum dijatuhkan oleh tekel Tillman. Wasit pun tanpa ragu memberikan penalti bagi tim tamu.
Havertz yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sangat tenang. Ia menempatkan bola ke sudut gawang dan tidak memberi kesempatan bagi kiper untuk melakukan penyelamatan.
Menariknya, Havertz merayakan gol tersebut dengan selebrasi yang cukup sederhana sebagai bentuk penghormatan terhadap klub yang pernah membesarkan namanya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
