
Markas Real Madrid, Santiago Bernabeu. (Istimewa)
JawaPos.com - Real Madrid memiliki cara tersendiri untuk menciptakan atmosfer yang menekan bagi tim lawan saat bermain di kandang. Salah satunya adalah dengan menutup atap stadion Santiago Bernabeu ketika menghadapi pertandingan besar, terutama di Liga Champions.
Melansir BBC, pada laga melawan Manchester City di babak 16 besar Liga Champions, pihak klub kembali memutuskan untuk menutup atap stadion yang dapat dibuka-tutup tersebut. Namun keputusan ini tidak bisa diambil secara sepihak.
Untuk pertandingan Liga Champions, Real Madrid harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari UEFA sebelum menutup atap stadion. Otoritas sepak bola Eropa tersebut akhirnya memberikan persetujuan bagi klub untuk melakukannya.
Bagi Real Madrid, langkah ini bukan sekadar keputusan teknis. Klub melihat penutupan atap sebagai cara untuk menciptakan atmosfer yang lebih intens di dalam stadion, sekaligus meningkatkan dukungan para suporter terhadap tim tuan rumah.
Dengan atap tertutup, suara dari para pendukung bisa terperangkap di dalam stadion sehingga suasana terasa lebih bergemuruh dan menekan bagi tim tamu.
Ini bukan pertama kalinya Real Madrid melakukan hal tersebut. UEFA sebelumnya juga memberikan izin serupa dalam beberapa pertandingan Liga Champions, termasuk saat menghadapi Arsenal di perempat final musim lalu serta saat berjumpa Manchester City pada tahun 2024.
Meski begitu, efeknya tidak selalu berdampak langsung terhadap hasil pertandingan. Arsenal misalnya tetap mampu meraih kemenangan di leg kedua saat bertemu Real Madrid, sementara Manchester City pernah menahan imbang tim tuan rumah dengan skor 3-3.
Atap yang dapat dibuka dan ditutup ini sendiri merupakan bagian dari proyek renovasi besar stadion Bernabeu yang selesai pada tahun 2024. Renovasi tersebut menjadi salah satu proyek stadion paling ambisius di dunia sepak bola.
Selain penambahan atap modern, stadion juga dilengkapi dengan layar papan skor 360 derajat yang mengelilingi bagian dalam arena. Kapasitas tempat duduk pun ditingkatkan sebagai bagian dari proyek pembangunan yang menelan biaya sekitar £1,5 miliar.
Meski dianggap sebagai inovasi besar, keberadaan atap ini juga sempat menuai kritik dari sebagian pihak. Beberapa orang bahkan menyebut kondisi di dalam stadion terasa seperti "efek rumah kaca" ketika atap ditutup.
Ada juga yang membandingkan sensasi berada di dalam stadion dengan berada di dalam sauna, terutama ketika suhu udara sedang tinggi.
Menariknya, stadion dengan atap yang bisa dibuka-tutup masih jarang ditemukan di Inggris. Tidak ada klub Premier League yang memiliki fasilitas tersebut.
Salah satu stadion di Inggris yang pernah memiliki teknologi serupa adalah Stadion Principality di Cardiff, yang sempat menjadi tuan rumah final piala domestik antara tahun 2001 hingga 2006.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
