
Striker termahal di musim panas ini, Alexander Isak. (Dok. Liverpool FC)
JawaPos.com - Liverpool mendapat kabar campur aduk jelang fase krusial musim ini. Di satu sisi, ada kekhawatiran soal kondisi penyerang Hugo Ekitike. Di sisi lain, secercah harapan muncul dengan potensi kembalinya Alexander Isak ke lapangan dalam waktu dekat.
Manajer Liverpool, Arne Slot, mengonfirmasi bahwa Isak diproyeksikan bisa tampil saat timnya menghadapi Paris Saint-Germain di leg pertama perempat final Liga Champions bulan depan. Striker asal Swedia itu sebelumnya absen panjang setelah mengalami patah tulang fibula sejak Desember lalu.
Meski begitu, melansir Sports Illustrated, Slot tetap memasang ekspektasi yang realistis terkait kondisi sang pemain.
Baca Juga:Masih Tidak Konsisten dan Tidak Seimbang! Rating Pemain Liverpool Saat Takluk dari Brighton
“Alex akan tersedia [untuk PSG], ya,” ujar Slot. “Pertanyaannya adalah apa yang Anda maksud dengan 'siap'?”
“Jika Anda ingin memiliki pemain yang bermain tepat setahun lalu melawan kami di final Piala Carabao dan terlalu bagus untuk kami pada hari itu, maka saya akan mengatakan bahwa saya ragu tentang hal itu setelah tujuh atau delapan bulan absen.
“Tapi saya berharap bisa memainkannya beberapa menit. Saya tidak bisa memberi tahu Anda persis apa yang akan saya dapatkan dari itu karena dia belum pernah berlatih bersama tim sama sekali.”
Baca Juga:Chelsea Diacak-acak Everton 0-3
Pernyataan itu memberi gambaran jelas: Isak mungkin kembali, tapi belum tentu langsung dalam kondisi terbaiknya. Setelah absen panjang, proses adaptasi jelas akan jadi tantangan tersendiri.
Sementara itu, perhatian juga tertuju pada Hugo Ekitike. Penyerang muda tersebut sempat membuat khawatir setelah terlihat pincang dan harus ditarik keluar lebih awal saat Liverpool kalah 2-1 dari Brighton.
Meski begitu, Slot dengan cepat meredakan kekhawatiran publik.
“Hugo, saya rasa dia bisa bermain besok jika Anda membutuhkannya,” jelasnya. “Itu adalah cedera kaki, seperti yang Anda sebut di sini.”
Ia juga menyoroti kerasnya pertandingan melawan Brighton sebagai salah satu faktor.
“Brighton melakukan apa yang kami harapkan. Jika Anda menghadapi tim yang hanya memiliki waktu istirahat 62 jam, dan hal pertama yang Anda lakukan adalah membuat pertandingan yang intens, memainkan duel-duel pertama, duel-duel yang keras... tidak ada yang salah dengan duel-duel itu, omong-omong.”
Baca Juga:Liverpool Dipermalukan Brighton 1-2
