
Kuwait batal tampil di FIFA Series Kazakhstan karena konflik Timur Tengah. (Istimewa)
JawaPos.com–Keputusan mengejutkan datang dari Timnas Kuwait yang resmi mengundurkan diri dari ajang FIFA Series yang digelar di Kazakhstan. Situasi konflik di kawasan Timur Tengah menjadi alasan utama di balik langkah tersebut, yang diambil demi menjaga keamanan dan kondisi tim secara keseluruhan.
Awalnya, turnamen ini dirancang sebagai mini kompetisi empat negara yang menjadi bagian dari agenda FIFA Series program yang bertujuan memberi kesempatan lebih banyak bagi tim nasional dari berbagai konfederasi untuk saling beruji coba. Namun dengan mundurnya Kuwait, format kompetisi pun berubah menjadi hanya diikuti tiga tim.
Kini, tuan rumah Kazakhstan akan tetap melanjutkan turnamen bersama dua peserta lainnya, yakni Komoros dan Namibia. Ketiga tim ini berasal dari dua konfederasi berbeda, yaitu UEFA dan CAF, yang membuat ajang ini tetap menarik sebagai ajang uji kekuatan lintas benua.
Kazakhstan, yang bertindak sebagai tuan rumah, tentu menjadi sorotan utama. Bermain di hadapan publik sendiri, mereka diharapkan mampu memaksimalkan keuntungan tersebut.
Sementara itu, Komoros datang dengan reputasi yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah tampil kompetitif di level Afrika. Di sisi lain, Namibia juga tidak bisa dianggap remeh. Tim ini dikenal memiliki permainan fisik yang kuat dan kerap memberikan kejutan dalam laga-laga internasional.
Dengan format tiga tim, setiap pertandingan akan menjadi krusial karena hasilnya langsung memengaruhi posisi akhir klasemen. Adapun jadwal pertandingan yang telah disusun tetap berjalan sesuai rencana, hanya dengan penyesuaian jumlah peserta.
Laga pembuka akan mempertemukan Kazakhstan melawan Namibia pada 25 Maret. Dua hari berselang, Namibia akan menghadapi Komoros. Sementara pertandingan terakhir mempertemukan Komoros melawan Kazakhstan pada 30 Maret.
Format round-robin atau saling bertemu satu kali tetap digunakan untuk menentukan tim terbaik di akhir turnamen. Dengan hanya tiga pertandingan yang dimainkan, margin kesalahan menjadi sangat kecil bagi setiap tim.
Mundurnya Kuwait memang menjadi kehilangan tersendiri bagi turnamen ini. Namun di sisi lain, situasi tersebut membuka peluang bagi tiga tim tersisa untuk tampil lebih maksimal dan memanfaatkan kesempatan menguji strategi serta komposisi pemain jelang agenda resmi berikutnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022