
Mikel Arteta menyoroti kurangnya efisiensi dan kesalahan individu Arsenal usai kalah 2-1 dari Southampton di perempat final Piala FA. (Dok. Wengerhouse)
JawaPos.com - Arsenal kembali menelan kekecewaan setelah tersingkir dari Piala FA usai kalah 2-1 dari Southampton di St. Mary's. Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena datang tidak lama setelah mereka tumbang 2-0 dari Manchester City di final Piala Carabao.
Meski masih bersaing di kompetisi lain, Arsenal jelas berharap bisa menjadikan Piala FA sebagai peluang realistis untuk meraih trofi musim ini. Namun, harapan itu pupus setelah Southampton tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dibuat tim tamu.
Melansir Vavel, Arteta mengakui bahwa timnya tampil dominan dalam beberapa fase pertandingan, tetapi gagal memaksimalkan peluang yang ada. Sebaliknya, Southampton tampil jauh lebih tajam ketika momen penting datang.
“Mereka adalah tim yang sangat bagus. Ini bukan kebetulan mengingat performa mereka saat ini. Mereka lebih efisien dari kami ketika momen-momen penting tiba, dan itulah mengapa mereka berada di Stadion Wembley. Saya mendoakan yang terbaik untuk mereka.”
Gol pertama Southampton lahir dari situasi yang sebenarnya bisa dihindari. Ross Stewart berhasil mencetak gol setelah Ben White salah mengantisipasi arah umpan silang. Sebelum gol itu terjadi, Arsenal juga beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya melalui Cristhian Mosquera, Martin Ødegaard, dan Myles Lewis-Skelly.
Kesalahan-kesalahan kecil itu akhirnya menjadi mahal. Southampton tidak membuang kesempatan untuk menghukum Arsenal, terutama lewat serangan balik cepat yang berkali-kali merepotkan lini belakang The Gunners.
“Kami bermain melawan berbagai macam perilaku dari lawan. Kami telah memainkan 51 pertandingan, jadi bayangkan jumlah pertandingan yang telah kami mainkan dan menangkan dengan berbagai cara. Ini bukan tentang itu dan tanpa mengurangi pujian dari Southampton, ini sangat terkait dengan sesuatu yang harus kami lakukan jauh lebih baik.”
Masalah Arsenal bukan cuma di lini belakang. Di depan, mereka juga terlihat kurang tajam. Ødegaard sempat mendapat peluang emas dari Gabriel Martinelli di babak pertama, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.
Satu-satunya kabar positif datang dari Viktor Gyökeres yang kembali mencetak gol. Striker asal Swedia itu sedang dalam performa apik setelah sebelumnya mengoleksi empat gol dalam dua pertandingan internasional. Namun, satu gol Gyökeres belum cukup untuk menyelamatkan Arsenal dari kekalahan.
“Kami sangat kecewa dengan cara kami kehilangan kesempatan untuk kembali ke Wembley.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
