
Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa. (Dok. Real Madrid)
JawaPos.com - Harapan Real Madrid untuk menjuarai La Liga mendapat pukulan telak usai kalah dramatis 2-1 dari Mallorca pada Sabtu sore. Kekalahan ini membuat Los Blancos semakin tertinggal dalam perburuan gelar, sementara Barcelona kini berpeluang memperlebar jarak di puncak klasemen.
Mallorca yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi tampil disiplin dan efektif. Manu Morlanes membuka keunggulan tuan rumah menjelang turun minum, sebelum Eder Militao sempat membuat Real Madrid bernapas lega lewat gol penyama kedudukan pada menit ke-88.
Namun, drama belum selesai. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Vedat Muriqi muncul sebagai penentu kemenangan Mallorca lewat gol di masa tambahan waktu. Striker asal Kosovo itu kembali menunjukkan ketajamannya dan membuat Real Madrid pulang tanpa poin.
Hasil ini membuat Real Madrid tetap berada di posisi kedua klasemen La Liga, terpaut empat poin dari Barcelona. Situasi bisa menjadi lebih sulit jika Barcelona berhasil menang atas Atletico Madrid, karena selisih poin bisa melebar menjadi tujuh angka.
Meski demikian, melansir Sports Mole Arbeloa menegaskan bahwa perburuan gelar belum berakhir. Menurutnya, masih ada cukup banyak pertandingan tersisa untuk membalikkan keadaan.
"La Liga belum berakhir bagi kami, masih banyak pertandingan tersisa."
Arbeloa mengakui timnya tampil kurang sabar dan kehilangan arah permainan, terutama di babak kedua. Ia menilai para pemain gagal menunjukkan apa yang sudah dipersiapkan selama latihan.
"Di babak kedua ada kecemasan karena tertinggal di papan skor, kesabaran yang harus kami miliki, karena tahu bahwa pertandingan akan lebih sulit. Kami menghadapi Mallorca dalam konteks yang lebih mudah bagi mereka. Ada delapan pertandingan tersisa, kami perlu memenangkan kedelapan pertandingan tersebut."
Pelatih Real Madrid itu juga menyoroti buruknya performa tim di lini serang. Menurutnya, Real Madrid terlalu terburu-buru dan gagal menciptakan peluang berbahaya secara konsisten.
"Kami bermain jauh lebih baik di babak pertama daripada babak kedua. Kami tidak menampilkan apa yang telah kami latih sepanjang minggu ini. Kami tidak menciptakan peluang bagus, dan kami kurang sabar, energi, dan ide."

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
