
Gelandang Arsenal Declan Rice. (Dok. Arsenal)
JawaPos.com- Kemenangan Arsenal atas Sporting CP di Liga Champions sempat memunculkan narasi bahwa The Gunners beruntung, terutama karena penjaga gawang mereka, David Raya, dinobatkan sebagai Man of the Match.
Namun anggapan itu dinilai tidak sepenuhnya tepat. Memang, Raya tampil gemilang dengan tiga penyelamatan krusial, termasuk satu aksi luar biasa yang menggagalkan peluang Maxi Araújo.
Performa tersebut membuatnya layak menerima penghargaan UEFA, apalagi mengingat konsistensinya sepanjang musim yang menjadikannya salah satu kiper terbaik di Eropa saat ini.
Meski demikian, kemenangan Arsenal bukanlah hasil "parkir bus" atau sekadar bertahan mati-matian. Justru sebaliknya, tim asuhan London Utara itu tampil tenang, matang, dan terkontrol.
Mereka mampu meredam tekanan di awal laga, memperlambat tempo permainan di babak pertama, dan tampil semakin dominan setelah jeda. Di babak kedua, Arsenal benar-benar menguasai pertandingan, menjaga penguasaan bola, dan akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Kai Havertz.
Di balik performa solid tersebut, satu nama mencuri perhatian yaitu Declan Rice. Gelandang Inggris itu tampil luar biasa dan menjadi motor permainan tim.
Rice mengontrol lini tengah dengan energi, determinasi, dan kualitas tinggi. Ketidakhadirannya di laga sebelumnya melawan Southampton terasa sangat signifikan, menegaskan betapa penting perannya musim ini.
Dalam perbincangan kandidat Pemain Terbaik Tahun Ini, Rice kini menjadi nama terdepan dari kubu Arsenal. Selain dirinya, Raya dan Gabriel Magalhaes juga layak masuk daftar, namun performa konsisten Rice membuatnya unggul.
Penampilan Rice saat melawan Sporting bahkan disebut sebagai "masterclass lini tengah" penuh energi, agresivitas, dan kontrol permainan. Kembalinya ia dari cedera juga membungkam spekulasi yang sempat meragukan kondisinya.
Sementara itu, meski Raya tampil luar biasa, sejarah menunjukkan betapa sulitnya seorang kiper memenangkan penghargaan Football Writers Association Footballer of the Year terakhir kali diraih oleh Neville Southall pada 1985.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
