
Pelatih Barcelona Hansi Flick mencoba skema pertahanan baru jelang laga kontra Atletico Madrid. (ig @eldeportisimoo)
JawaPos.com–Dengan segalanya dipertaruhkan di leg kedua perempat final Liga Champions UEFA, Hansi Flick jelas tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Jelang duel panas melawan Atletico Madrid, pelatih Barcelona itu mulai mengutak-atik skema timnya terutama di sektor pertahanan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Absennya Pau Cubarsi karena skorsing memaksa Hansi Flick mencari solusi alternatif untuk menjaga lini belakang tetap solid di laga hidup-mati Barcelona vs Atletico Madrid di liga champions.
Melansir Mundo Deportivo, dalam sesi latihan terakhir Barcelona, Hansi Flick mencoba pendekatan yang cukup menarik. Dia menggeser Jules Kounde ke posisi bek tengah, sementara Ronald Araujo ditempatkan di sisi kanan pertahanan untuk melawan lini serang Atletico Madrid di liga champions.
Formasi ini kemudian dilengkapi dengan Gerard Martin sebagai tandem Kounde di jantung pertahanan, serta Joao Cancelo yang tetap beroperasi di sisi kiri. Secara keseluruhan, ini adalah susunan yang cukup tidak biasa, tapi justru di situlah letak eksperimen.
Flick ingin melihat bagaimana fleksibilitas para pemainnya bisa dimaksimalkan dalam situasi darurat. Tak hanya di belakang, perubahan juga terlihat di lini tengah.
Flick menguji skema dua gelandang bertahan dengan menempatkan Eric Garcia dan Pedri secara bersamaan. Tujuannya jelas menjaga keseimbangan antara stabilitas defensif dan kontrol permainan. Dalam laga di mana Barcelona harus menyerang tanpa kehilangan struktur, peran dua pemain ini bisa jadi krusial.
Baca Juga: Selangkah Lagi Pecahkan Rekor LSI, Teja Paku Alam Tegaskan Gelar Lebih Penting dari Clean Sheet
Meski ada penyesuaian di lini belakang dan tengah, Barcelona tetap tampil ofensif di depan. Trio Lamine Yamal, Dani Olmo, dan Marcus Rashford disiapkan untuk mendukung Robert Lewandowski sebagai ujung tombak.
Kombinasi ini menunjukkan bahwa meski berhati-hati, Barcelona tetap datang dengan misi utama yaitu mencetak gol dan mengejar defisit.
Pertanyaan yang muncul kemudian, apakah ini benar-benar gambaran starting XI, atau hanya eksperimen di sesi latihan?
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
