
Pejabat sepak bola Iran ditolak masuk Kanada saat ingin hadiri Kongres FIFA 2026. (Instagram @Gianni_infantino).
JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menyatakan bahwa sejumlah pejabat sepak bola Iran ditolak masuk ke negaranya menjelang pertemuan Kongres FIFA yang digelar di Vancouver. Anand menyebut penolakan itu sebagai sesuatu yang tidak disengaja, meski belum ada penjelasan rinci terkait insiden tersebut.
Pernyataan Anand muncul setelah laporan dari kantor berita Iran Tasnim News Agency yang menyebut bahwa Presiden Federasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj bersama dua pejabat lainnya ditolak masuk saat tiba di Bandara Pearson, Toronto. Laporan itu menduga adanya perlakuan tidak pantas dari petugas imigrasi Kanada.
Dilansir dari ESPN, Anand mengaku tidak menangani langsung kasus tersebut, tetapi memahami bahwa izin masuk terhadap delegasi Iran telah dicabut. Anand juga mengindikasikan bahwa keputusan penolakan itu berada di bawah kewenangan Menteri Imigrasi Kanada Lena Diab.
Sementara itu, media Iran lainnya, Iran International melaporkan bahwa Mehdi Taj sebelumnya telah memperoleh visa pada hari Senin (27/4).
Namun, Mehdi Taj kemudian dipulangkan dari Kanada pada Selasa (28/4) malam waktu setempat karena diduga memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Kanada.
Pihak kantor Menteri Imigrasi melalui juru bicara Taous Ait menyampaikan bahwa seluruh permohonan visa ditinjau secara individual oleh petugas yang berwenang. Mereka juga menegaskan bahwa individu yang terkait dengan IRGC tidak diperbolehkan masuk ke Kanada, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berlaku.
“Pemerintah telah bersikap jelas dan konsisten, pejabat IRGC tidak diizinkan masuk ke Kanada dan tidak memiliki tempat di negara kami,” ujar Taous Ait, juru bicara Menteri Lena Diab.
Kongres FIFA yang akan berlangsung di Vancouver menjadi pertemuan penting menjelang dimulainya Piala Dunia yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Acara itu semula dijadwalkan dihadiri oleh perwakilan dari 211 federasi anggota FIFA.
Namun, perwakilan Iran juga diketahui tidak hadir dalam pertemuan resmi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sebelumnya yang dihadiri Presiden FIFA Gianni Infantino. Dalam pertemuan itu, tidak ada pembahasan mengenai partisipasi Iran di Piala Dunia maupun kemungkinan pemindahan lokasi pertandingan tim tersebut dari Amerika Serikat di tengah ketegangan politik antara kedua negara.
Kekhawatiran terkait masalah visa memang telah muncul menjelang Kongres FIFA, mengingat potensi hambatan bagi delegasi Iran untuk menghadiri acara itu dan mengikuti Piala Dunia yang dijadwalkan dimulai pada 11 Juni mendatang.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
