
Tim Cahill jadi kandidat kepala sepak bola pria di Football Australia. (@tim_cahill/X)
JawaPos.com - Legenda sepak bola Australia Tim Cahill dikabarkan menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi posisi penting di Football Australia. Mantan bintang Everton itu diproyeksikan menempati jabatan sebagai kepala sepak bola pria (head of men's football) dalam struktur baru federasi.
Cahill dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Australia (Socceroos) dengan torehan 50 gol dari 108 penampilan di level senior. Rekam jejak itu membuatnya dinilai memiliki kapasitas dan pemahaman mendalam tentang sepak bola Australia, sekaligus menjadi nilai tambah dalam pencalonannya sebagai kandidat.
Dilansir dari ESPN, langkah Football Australia membuka posisi ini merupakan bagian dari restrukturisasi organisasi yang diumumkan pada Januari 2026 di bawah kepemimpinan CEO Martin Kugeler. Dalam struktur baru itu, federasi akan menunjuk dua kepala sepak bola, masing-masing untuk program pria dan wanita.
Nantinya, posisi itu tidak akan berhubungan langsung dengan pelatih tim nasional senior, yakni Tony Popovic untuk Socceroos dan Joe Montemurro untuk Matildas. Sebaliknya, jabatan kepala sepak bola akan melapor langsung kepada wakil CEO sekaligus direktur eksekutif sepak bola, Heather Garriock.
Football Australia menginginkan sosok yang tidak hanya memahami sistem pembinaan pemain dari level usia muda hingga tim senior, tetapi juga mampu menangani kompleksitas sepak bola nasional yang berlapis. Cahill dinilai memiliki pengalaman yang relevan, meski sejak pensiun pada 2019 ia lebih banyak berkiprah di luar negeri.
Setelah gantung sepatu, Cahill sempat aktif sebagai analis sepak bola dan bekerja di Qatar. Pria berusia 46 tahun itu pernah menjabat sebagai chief sports officer di Aspire Academy yang juga menjadi lokasi pemusatan latihan Socceroos saat Piala Dunia 2022. Saat ini, Cahill diketahui mengemban peran sebagai direktur teknik di federasi sepak bola Qatar.
Jika resmi ditunjuk, salah satu tugas awal Cahill kemungkinan besar adalah memperbaiki hubungan antara Football Australia dan klub-klub A-League. Hubungan keduanya sempat memanas setelah sejumlah klub menolak melepas pemain untuk Piala Asia U-23 pada Januari.
Turnamen tersebut berlangsung di luar kalender resmi FIFA, sehingga klub tidak memiliki kewajiban untuk melepas pemain. Selain itu, kesepakatan pelepasan pemain antara A-League dan Football Australia yang dibuat pada 2020 juga telah berakhir, sehingga posisi federasi menjadi lemah dalam negosiasi.
Situasi tersebut memunculkan perbedaan sikap di antara klub. Sebagian klub bersedia melepas pemain untuk tampil di Arab Saudi, tetapi ada juga yang mengkritik buruknya komunikasi dari pihak federasi dan pelatih Olyroos saat itu, Tony Vidmar.
Australia sendiri harus tersingkir di perempat final setelah kalah dari Korea Selatan dalam turnamen tersebut. Setelah kegagalan itu, Vidmar meninggalkan posisinya dan belum akan digantikan secara permanen setidaknya hingga setelah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
