
Aksi Lamine Yamal kibarkan bendera Palestina merupakan keputusan pribadi. (@SolirSindy/X)
JawaPos.com - Pelatih Barcelona Hansi Flick menanggapi aksi Lamine Yamal yang mengibarkan bendera Palestina saat parade juara La Liga. Dia menilai Lamine Yamal sudah cukup dewasa untuk menentukan sikap, meski secara pribadi Hansi Flick tidak terlalu menyukai tindakan itu.
Momen itu terjadi saat Barcelona merayakan keberhasilan mereka menjuarai La Liga dengan parade bus terbuka di jalanan kota Barcelona pada Senin (11/5). Dalam perayaan itu, Lamine Yamal terlihat memegang bendera Palestina di atas bus tim yang disambut ratusan ribu suporter.
Pemain Barcelona berusia 18 tahun itu juga membagikan foto diri bersama bendera Plestina melalui akun Instagram pribadi. Aksi itu pun langsung menarik perhatian warganet.
Dalam konferensi pers sehari setelah parade, Flick mengaku telah berbicara langsung dengan Yamal mengenai hal itu. Flick menegaskan bahwa keputusan mengibarkan bendera Palestina sepenuhnya berada di tangan sang pemain.
”Ini bukan sesuatu yang biasanya saya sukai. Saya sudah berbicara dengannya. Saya katakan, jika itu yang dia inginkan, maka itu adalah keputusannya. Dia sudah cukup dewasa. Dia berusia 18 tahun,” ujar Flick dikutip dari ESPN.
Meskipun demikian, pelatih asal Jerman itu menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada sepak bola dan kebahagiaan para penggemar Barcelona. ”Kami bermain sepak bola dan Anda bisa melihat apa yang diharapkan orang dari kami. Kami bermain untuk membuat orang bahagia. Itu adalah hal utama yang harus kami lakukan,” tambah Hansi Flick.
Parade kemenangan Barcelona sendiri berlangsung meriah. Otoritas setempat memperkirakan hampir 750 ribu orang turun ke jalan untuk merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka meraih gelar secara beruntun.
Sementara itu, dalam beberapa waktu terakhir, gelombang protes terhadap Israel terkait dampak perang di Gaza semakin meluas dan merambah dunia olahraga, terlebih sepak bola. Sejumlah aksi serupa juga terlihat di cabang olahraga lain, seperti balap sepeda hingga bola basket.
Spanyol termasuk salah satu negara yang mengambil sikap tegas, termasuk dengan memboikot ajang Eurovision tahun ini sebagai bentuk protes terhadap partisipasi Israel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022