
Mohamed Salah berharap Liverpool kembali ke gaya permainan heavy metal. (ig @mosalah)
JawaPos.com - Mohamed Salah mengirim pesan yang cukup kuat jelang perpisahannya dengan Liverpool. Penyerang asal Mesir itu berharap The Reds bisa kembali memainkan sepak bola heavy metal yang dulu menjadi identitas klub di era Jurgen Klopp.
Komentar tersebut muncul setelah Liverpool kalah 4-2 dari Aston Villa, hasil yang membuat posisi mereka di zona Liga Champions belum sepenuhnya aman hingga pekan terakhir musim ini. Kekalahan di Villa Park terasa makin menyakitkan karena banyak fans Liverpool terlihat meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir. Musim tanpa trofi membuat frustrasi suporter semakin memuncak.
Melansir BBC, Mohamed Salah, yang akan meninggalkan Anfield akhir musim, mengaku sedih melihat performa Liverpool musim ini jauh dari standar yang biasa mereka tampilkan selama era Jurgen Klopp.
"Kekalahan beruntun kami musim ini sangat menyakitkan dan bukan yang pantas diterima para penggemar kami. Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang heavy metal yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi,” ujar Salah.
Pernyataan itu langsung dianggap banyak pihak sebagai sindiran halus kepada Arne Slot, yang dinilai gagal mempertahankan identitas permainan agresif khas Liverpool.
Istilah heavy metal football memang identik dengan Jurgen Klopp. Pelatih asal Jerman itu dulu menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan sepak bola Liverpool yang penuh energi, pressing tinggi, dan serangan cepat tanpa henti.
Baca Juga:Daftar Lengkap Skuad Sementara Timnas Kroasia untuk Piala Dunia 2026: Luka Modric Masih Jadi Andalan
Menurut Salah, gaya bermain seperti itulah yang membuat Liverpool kembali disegani di Eropa.
"Itulah gaya sepak bola yang saya kuasai dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan selamanya. Hal itu tidak bisa dinegosiasikan dan setiap orang yang bergabung dengan klub ini harus beradaptasi dengannya,” terang Salah.
Salah juga mengenang perjalanan Liverpool selama sembilan tahun terakhir, dari tim yang sempat diragukan menjadi salah satu kekuatan terbesar di Eropa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
