
Unai Emery catatkan fakta unik meraih gelar juara Europa League, kali ini bersama Aston Villa. (Instagram.com/@unaiemery_)
JawaPos.com – Unai Emery seperti garansi bagi klub yang ingin memenangi Liga Europa. Aston Villa membuktikannya musim ini. Kemarin (21/5), Emery membawa klub berjuluk The Villans tersebut juara Liga Europa. Di Besiktas Stadyumu, Istanbul, Villa menghajar SC Freiburg dengan tiga gol tanpa balas.
Sebelum Villa, Emery sudah membuktikan dirinya berjodoh dengan Liga Europa setelah membawa Sevilla FC dan Villarreal CF jadi juara. Bahkan, Sevilla meraih juara tiga kali beruntun. Media-media di Inggris pun menjuluki Emery dengan ”King Emery” lantaran sudah merajai Liga Europa.
’’Kami semakin kuat dan berkembang. Kami akan ke Liga Champions musim depan,’’ kata Emery setelah mengangkat trofi juara Liga Europa kemarin dilansir di laman resmi UEFA.
Emery menyatakan, juara Liga Europa merupakan awal dari legasinya di Villa Park, markas Villa. Pelatih kelahiran Hondarribia, Spanyol, 54 tahun lalu itu berharap petinggi Villa memenuhi keinginannya membuat skuad yang lebih kompetitif musim depan.
’’Kami harus coba mengawali ambisi seperti ini lagi, lebih jelas dan realistis, di musim berikutnya,” kata Emery. Di Villa, kontrak Emery berlangsung sampai musim panas 2029. Artinya, dia punya proyek jangka panjang di klub milik kolaborasi pengusaha Mesir Nassef Sawiris dan pengusaha Amerika Serikat Wes Edens tersebut.
Gawang Villa tidak kebobolan dalam final kemarin. Padahal, kiper Villa Emiliano Martinez mengalami cedera patah tulang jari dalam sesi pemanasan sebelum final.
Berbicara kepada ESPN, Emi –sapaan karibnya–menuturkan dampak dari patah tulang jari tersebut dengan penampilannya di lapangan. ’’Tiap kali aku mencoba menangkap bola, jariku akan tergelincir ke arah lain,’’ tuturnya.
Kiper nomor satu timnas Argentina itu pun bersyukur bisa melalui 90 menit laga final tanpa kebobolan. ’’Dari awal aku memang tidak menganggap ini (patah jari) sebagai hal yang buruk,’’ ucap mantan kiper Arsenal tersebut.
Pertahanan Freiburg di final kemarin terbuka setelah terciptanya gol Youri Tielemans. Di balik gol Tielemans pada menit ke-41 itu, ada strategi Villa yang mengoptimalkan peluang gol via set pieces. Pelatih set pieces Villa Austin MacPhee punya andil besar.
Ketika mendapatkan sepak pojok, Villa bisa menempatkan minimal empat pemain di depan gawang lawan. ’’Aku sering menyaksikan laga-laga final dan aku pikir set pieces sangat krusial. Sebab, lawan akan mengurung dengan skema man-to-man (marking),’’ beber striker Villa Ollie Watkins kepada TNT Sports.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
