
Kebijakan FIFA soal larangan bendera Iran pra-revolusi tuai protes. (@NYPostOpinion/X)
JawaPos.com - FIFA menghadapi ancaman gugatan hukum dari sebuah organisasi nirlaba yang menuntut badan sepak bola dunia itu untuk mencabut kebijakan pelarangan penggunaan bendera Iran lama bersimbol singa dan matahari selama Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Organisasi bernama Institute for Voices of Liberty telah mengirimkan surat resmi kepada FIFA melalui penasihat hukumnya, Shahrokh Mokhtarzadeh. Dalam pernyataannya kepada media, Mokhtarzadeh menegaskan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum jika FIFA tidak memberikan tanggapan.
Mokhtarzadeh menyebutkan bahwa proses hukum dapat diajukan di pengadilan negara bagian California maupun pengadilan federal di wilayah tersebut.
Hingga tiga hari setelah surat dikirim, pihak organisasi mengaku belum menerima tanggapan resmi dari FIFA. Mereka pun menyatakan tengah mempersiapkan langkah hukum jika FIFA tetap melarang penggunaan bendera Iran sebelum Revolusi 1979.
“Kami sedang mempersiapkan untuk memulai proses hukum yang tepat jika terdapat upaya dari FIFA untuk melarang bendera ‘Singa dan Matahari’,” kata Mokhtarzadeh.
Sebelumnya, laporan The Athletic menyebutkan bahwa FIFA berencana melarang bendera itu di seluruh arena (venue) Piala Dunia 2026. Ketika dimintai klarifikasi, FIFA tidak secara spesifik menjelaskan alasan pelarangan. FIFA hanya menjelaskan bahwa itu merupakan aturan umum stadion yang melarang atribut yang bersifat politis, ofensif, atau diskriminatif.
Dalam kode etik stadion FIFA disebutkan bahwa segala bentuk materi seperti bendera, spanduk, atau pakaian yang mengandung unsur politik atau berpotensi menimbulkan diskriminasi tidak diperbolehkan. Bendera Iran pra-revolusi diduga masuk dalam kategori yang dilarang karena dianggap memiliki muatan politik.
Bendera Iran sebelum revolusi sendiri memiliki warna merah, putih, dan hijau yang sama dengan bendera resmi saat ini, tetapi menampilkan simbol singa dan matahari di bagian tengah. Setelah Revolusi Iran, simbol tersebut diganti dengan simbol Republik Islam yang menandai perubahan dari sistem monarki ke pemerintahan teokratis.
Meski tidak lagi menjadi simbol resmi negara, bendera ‘Singa dan Matahari’ masih digunakan oleh sebagian diaspora Iran sebagai bentuk protes terhadap rezim saat ini. Hal itu menjadikan bendera lama Iran sangat sensitif, terutama dalam konteks politik internasional.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya juga meminta FIFA untuk memastikan penghormatan terhadap bendera resmi negara mereka sebagai syarat partisipasi di Piala Dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
