
UEFA Conference League dikuasai klub elite Eropa. (Istimewa)
JawaPos.com - Kompetisi kasta ketiga antarklub Eropa, UEFA Conference League, kembali menjadi bahan perdebatan di media sosial. Sejumlah netizen di platform X menilai turnamen tersebut mulai melenceng dari tujuan awal pembentukannya.
Saat pertama kali diperkenalkan UEFA pada musim 2021/22, Conference League disebut hadir untuk memberi ruang lebih besar kepada klub-klub dari liga kecil Eropa agar bisa bersaing di level kontinental. Namun dalam praktiknya, kompetisi ini justru banyak dikuasai klub dari liga-liga elite Eropa.
Daftar juara dalam lima musim terakhir menjadi sorotan utama. Mulai dari AS Roma pada musim perdana, lalu West Ham United, Olympiacos, Chelsea, hingga terbaru Crystal Palace musim 2025/26.
Mayoritas juara berasal dari liga dengan kekuatan finansial dan kualitas kompetisi yang jauh lebih tinggi dibanding negara-negara kecil Eropa lainnya.
Fenomena itu membuat sebagian pendukung sepak bola menilai Conference League berubah menjadi ajang persaingan klub papan tengah dari liga top Eropa. Klub-klub yang finis di posisi ketujuh hingga kesembilan liga domestik kini dianggap memiliki peluang besar mendominasi kompetisi tersebut.
Di sisi lain, perbandingan mulai diarahkan ke Asia melalui AFC Challenge League. Kompetisi kasta ketiga Asia itu justru dinilai lebih sesuai dengan tujuan awal pembentukannya, yakni memberi kesempatan bagi klub dari negara berkembang sepak bola untuk meraih gelar internasional.
Dua edisi awal AFC Challenge League dimenangkan FK Arkadag dari Turkmenistan dan Kuwait SC dari Kuwait. Tidak ada dominasi klub dari negara kuat Asia seperti Jepang, Korea Selatan, atau Arab Saudi karena klub-klub elite kawasan tersebut bermain di level kompetisi yang lebih tinggi.
Netizen bahkan berpendapat bahwa jika klub-klub dari Liga Jepang atau Saudi ikut serta di AFC Challenge League, persaingan akan menjadi timpang dan juara bisa diprediksi sejak awal turnamen dimulai.
Meski begitu, tidak sedikit pula yang menilai dominasi klub besar di Conference League merupakan sesuatu yang wajar. Faktor kualitas skuad, pengalaman Eropa, hingga kekuatan finansial memang membuat klub dari liga elite lebih unggul dibanding wakil negara kecil.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022