
Ronaldo Nazario (kiri), Roberto Carlos (tengah), dan Zinadine Zidane. (Dok Pasionfutbol)
JawaPos.com – Jika muncul pertanyaan siapa pemilik tendangan kaki kiri paling mematikan sepanjang masa, pasti akan mengingat cuplikan-cuplikan gol memukau Roberto Carlos yang sangat dikagumi hingga era modern ini.
Sebagai pemain belakang, ia mampu menebar ketakutan di hati lawan karena menjadi senjata yang begitu mematikan sepanjang karier gemilang legenda Real Madrid tersebut. Pemain berkebangsaan Brasil ini tampil gemilang bagi tim nasional maupun saat membela klub.
Era awal Galacticos di ibu kota Spanyol itu berawal dari adanya nama Carlos dalam jajaran bintang legendaris Los Blancos lainnya. Mereka selalu memiliki setidaknya tiga atau empat nama besar yang ketenarannya bahkan bisa melampaui kemampuan mereka.
Namun, bek kiri yang memiliki tinggi 168 cm itu tetap layak dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia selama kiprahnya di Spanyol, terlepas dari gaya hidup mewah yang dijalaninya, termasuk kebiasaan bepergian yang hanya menggunakan jet pribadi.
Carlos memainkan peran kunci dalam keberhasilan meraih empat gelar La Liga dan tampil gemilang bersama Selecao di Piala Dunia 2002, bahu-membahu dengan Ronaldo Nazario, Ronaldinho, serta Rivaldo.
Ia sama sekali tidak terlihat canggung saat bermain bersama para pemain bintang. Oleh karena itu, menarik untuk mengetahui siapa pemain terbaik yang menurutnya pernah menghiasi lapangan sepak bola.
Bahkan kemunculannya saat hadir dalam cuplikan podcast Rio Ferdinand secara mengejutkan, Carlos tidak memasukkan nama pesepak bola paling legendaris di Brasil, Pele, sosok yang telah tiga kali menjuarai Piala Dunia.
Mantan bek kiri yang kini usianya sudah 53 tahun ini menyebutkan tiga pemain terbaik versinya. Ia memilih dua mantan rekan setimnya di timnas maupun klub serta seorang pemain Argentina yang bukan Lionel Messi.
Nama pertama adalah Ronaldo Nazario. Ia pemain yang sangat dikenal oleh Carlos, bahkan pernah bermain satu tim dengan penyerang yang dikenal karena kecepatannya itu di empat klub berbeda, termasuk saat membela tim nasional Brasil di Piala Dunia Korea Selatan/Jepang 2002.
Penyerang legendaris ini tak terbendung saat berada di puncak performanya. Pemain yang berjuluk El Fenomeno itu meraih gelar Sepatu Emas pada turnamen tersebut, serta sinarnya dilevel klub saat membela Madrid tak kalah terang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022