
Ilustrasi skuad Newcastle United musim lalu. (Istimewa)
JawaPos.com - Newcastle United terus bergerak membangun fondasi sebagai salah satu klub elite Eropa sejak diakuisisi konsorsium yang dipimpin Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi pada Oktober 2021. Meski telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa musim terakhir, jalan menuju target menjadi klub terbaik dunia pada 2030 masih dipenuhi berbagai tantangan.
Perubahan besar memang sudah terlihat di St James' Park. Newcastle United mengakhiri penantian panjang selama 70 tahun untuk meraih trofi domestik setelah menjuarai Piala Liga Inggris pada 2025.
Selain itu, The Magpies Newcastle United juga dua kali memastikan tiket ke Liga Champions, sebuah pencapaian yang sempat sulit dibayangkan beberapa tahun sebelumnya. Namun, ambisi bersaing dengan klub-klub papan atas Eropa tak cukup hanya mengandalkan kekuatan finansial pemilik baru.
Baca Juga:Jose Mourinho Desak Real Madrid Rekrut Rodri, Los Blancos Diam-Diam Tancap Gas Kejar Michael Olise
Regulasi keuangan yang semakin ketat membuat Newcastle harus berhati-hati dalam menyusun strategi. Aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) serta Squad Cost Ratio (SCR) membatasi ruang klub untuk menggelontorkan dana besar seperti yang pernah dilakukan Manchester City pada awal era kepemilikan Abu Dhabi.
Situasi ini membuat Newcastle harus lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga neraca keuangan tetap sehat. Dari sisi bisnis, pemasukan klub memang meningkat pesat. Pendapatan Newcastle melonjak dari sekitar 140 juta poundsterling pada 2021 menjadi lebih dari 335 juta poundsterling pada 2025.
Meski begitu, angka tersebut masih tertinggal dibanding klub-klub elite Premier League seperti Chelsea yang memiliki pemasukan jauh lebih besar. Manajemen Newcastle juga terus mempersiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur.
Klub dikabarkan akan membangun pusat latihan modern di kawasan Woolsington. Selain itu, pembahasan mengenai perluasan Stadion St James' Park atau pembangunan stadion baru masih terus dilakukan demi meningkatkan kapasitas dan sumber pendapatan pada masa mendatang.
Di sektor olahraga, Newcastle menghadapi tantangan yang tidak kalah berat. Musim lalu mereka hanya finis di peringkat ke-12 Premier League sehingga gagal tampil di kompetisi Eropa. Kondisi tersebut turut berdampak pada kondisi finansial klub.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Newcastle harus melepas beberapa pemain penting. Alexander Isak lebih dulu hengkang ke Liverpool, disusul Anthony Gordon yang bergabung dengan Barcelona dan Sandro Tonali yang memilih Tottenham Hotspur.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
