Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juli 2026 | 13.06 WIB

Ambisi Newcastle United Kuasai Eropa Tak Semudah Era Manchester City, Ini Penyebabnya

Ilustrasi skuad Newcastle United musim lalu. (Istimewa) - Image

Ilustrasi skuad Newcastle United musim lalu. (Istimewa)

JawaPos.com - Newcastle United terus bergerak membangun fondasi sebagai salah satu klub elite Eropa sejak diakuisisi konsorsium yang dipimpin Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi pada Oktober 2021. Meski telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa musim terakhir, jalan menuju target menjadi klub terbaik dunia pada 2030 masih dipenuhi berbagai tantangan.

Perubahan besar memang sudah terlihat di St James' Park. Newcastle United mengakhiri penantian panjang selama 70 tahun untuk meraih trofi domestik setelah menjuarai Piala Liga Inggris pada 2025. 

Selain itu, The Magpies Newcastle United juga dua kali memastikan tiket ke Liga Champions, sebuah pencapaian yang sempat sulit dibayangkan beberapa tahun sebelumnya. Namun, ambisi bersaing dengan klub-klub papan atas Eropa tak cukup hanya mengandalkan kekuatan finansial pemilik baru.

Regulasi keuangan yang semakin ketat membuat Newcastle harus berhati-hati dalam menyusun strategi. Aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) serta Squad Cost Ratio (SCR) membatasi ruang klub untuk menggelontorkan dana besar seperti yang pernah dilakukan Manchester City pada awal era kepemilikan Abu Dhabi. 

Situasi ini membuat Newcastle harus lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan sekaligus menjaga neraca keuangan tetap sehat. Dari sisi bisnis, pemasukan klub memang meningkat pesat. Pendapatan Newcastle melonjak dari sekitar 140 juta poundsterling pada 2021 menjadi lebih dari 335 juta poundsterling pada 2025. 

Meski begitu, angka tersebut masih tertinggal dibanding klub-klub elite Premier League seperti Chelsea yang memiliki pemasukan jauh lebih besar. Manajemen Newcastle juga terus mempersiapkan langkah jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur.

Klub dikabarkan akan membangun pusat latihan modern di kawasan Woolsington.  Selain itu, pembahasan mengenai perluasan Stadion St James' Park atau pembangunan stadion baru masih terus dilakukan demi meningkatkan kapasitas dan sumber pendapatan pada masa mendatang.

Di sektor olahraga, Newcastle menghadapi tantangan yang tidak kalah berat. Musim lalu mereka hanya finis di peringkat ke-12 Premier League sehingga gagal tampil di kompetisi Eropa. Kondisi tersebut turut berdampak pada kondisi finansial klub.

Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, Newcastle harus melepas beberapa pemain penting. Alexander Isak lebih dulu hengkang ke Liverpool, disusul Anthony Gordon yang bergabung dengan Barcelona dan Sandro Tonali yang memilih Tottenham Hotspur. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore