Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 18.30 WIB

Timnas Singapura Perkasa di Kandang Kamboja, Pelatih Gavin Lee Belum Puas Usai Menang 2-1

Pelatih Singapura Gavin Lee menjalani jumpa pers usai timnya berhasil menaklukkan Kamboja 2-1 di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. (Instagram/@gavin13lee) - Image

Pelatih Singapura Gavin Lee menjalani jumpa pers usai timnya berhasil menaklukkan Kamboja 2-1 di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. (Instagram/@gavin13lee)

JawaPos.com - Tim nasional Singapura membuka kiprah mereka di ajang ASEAN Championship 2026 dengan menang 2-1 atas Kamboja dalam laga perdana Grup A pada Jumat (24/7), di Morodok Techo National Stadium, Phnom Penh, Kamboja. Tim berjuluk The Lions itu memastikan kemenangan lewat gol akrobatik Ilhan Fandi pada menit ke-11 masa injury time.

Sebelumnya, Shawal Anuar lebih dulu membawa tim tamu unggul di babak pertama tetapi Kamboja berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-55 lewat Ouk Sovann. Memasuki babak kedua, Singapura terlihat kesulitan menghadapi tekanan agresif tuan rumah. Mereka bahkan nyaris kehilangan poin sebelum gol Ilhan tercipta.

Meski menang, pelatih Timnas Singapura Gavin Lee yang baru dilantik pada November 2025 itu menegaskan bahwa timnya gagal memenuhi standar yang telah ditetapkan. “Kami memasuki setiap pertandingan dengan sejumlah kesepakatan dan hari ini kami tidak menjalankannya. Terutama di babak pertama,” ujar Lee dikutip dari ESPN.

“Saat turun minum, kami memperlihatkan cermin kepada semua pemain. Saya pikir di babak kedua kami mulai lebih baik dalam bertahan. Di babak pertama, kami memberi terlalu banyak ruang dan menderita secara tidak perlu,” tambah Lee.
Sang pelatih juga membahas mentalitas tim dalam menghadapi tekanan. “Salah satu hal yang selalu kami katakan ialah kami harus mampu menghadapi ketidaknyamanan. Di babak kedua, kami mengalami banyak momen sulit dan kami justru membiarkan momen itu menguasai kami. Itu pelajaran besar bagi kami,” tambah Lee.

Meskipun demikian, pelatih berusia 35 tahun itu tetap mengakui adanya sisi positif, terutama dari daya juang tim dan kualitas individu pemain seperti Ilhan. “Kami sangat beruntung memiliki pemain seperti Ilhan yang bisa mencetak gol seperti itu. Mungkin saya terdengar terlalu pesimistis. Namun, yang juga kami lihat hari ini ialah ketangguhan kami. Selama masih ada satu detik tersisa, kami akan terus berjuang,” kata Lee.

Ilhan Fandi yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan turut mengakui bahwa performa tim belum memuaskan. “Kami tahu penampilan kami di bawah rata-rata hari ini, termasuk saya sendiri. Saya hanya beruntung bisa mencetak gol dan membantu tim, tetapi kami tahu kami bisa jauh lebih baik. Setelah lolos ke Piala Asia, kami harus menunjukkan bahwa kami adalah tim level Asia,” ujar Ilhan.

Pendekatan Lee dinilai membawa warna baru bagi sepak bola Singapura. Berbeda dengan beberapa pelatih sebelumnya yang cenderung menyoroti hasil akhir, Lee lebih tegas dalam mengkritisi detail permainan. Lee pun menegaskan bahwa performa di bawah standar tidak dapat diterima karena dianggap tidak mencerminkan kualitas yang seharusnya dimiliki tim nasional Singapura.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore