Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 14.55 WIB

Terobosan Como 1907, Akademi Sepak Bola Resmi Larang Sundulan bagi Pemain di Bawah Usia 10 Tahun

Ilustrasi sundulan pemain muda. (Istimewa) - Image

Ilustrasi sundulan pemain muda. (Istimewa)

JawaPos.com - Como 1907 mengambil langkah baru dalam pembinaan pemain muda dengan menerapkan aturan yang melarang sundulan bagi pesepak bola usia dini di akademi. Kebijakan ini menjadi salah satu yang pertama diterapkan oleh klub sepak bola profesional dan bertujuan untuk melindungi perkembangan otak para pemain muda.

Inisiatif tersebut didorong mantan bek timnas Prancis Raphaal Varane. Juara Piala Dunia 2018 itu kini menjadi anggota Dewan Pendidikan Como 1907 setelah memutuskan pensiun lebih awal akibat cedera.

Varane sebenarnya bergabung dengan Como pada 2024 sebagai pemain. Namun, cedera yang dialaminya membuat dia harus mengakhiri karier sebelum sempat menjalani debut di Serie A. 

Sejak bergabung dalam struktur manajemen klub, dia mulai terlibat dalam pengembangan sistem pembinaan pemain muda. Melalui kebijakan terbaru ini, Como 1907 ingin mengurangi risiko benturan kepala yang tidak perlu pada anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Dalam aturan yang diterapkan, pemain akademi berusia di bawah 10 tahun tidak diperbolehkan melakukan sundulan, baik saat latihan maupun pertandingan. Dengan demikian, seluruh permainan udara yang melibatkan sundulan di kelompok usia tersebut dihilangkan.

Tak hanya itu, situasi bola mati seperti tendangan sudut juga mengalami perubahan. Alih-alih mengirim bola ke kotak penalti melalui umpan lambung, sepak pojok akan diganti menjadi lemparan ke dalam dari permukaan tanah. Cara ini membuat pemain tidak lagi dipaksa melakukan duel udara sejak usia dini.

Sementara itu, pemain kategori U-12 mulai dikenalkan teknik sundulan secara bertahap. Latihan dilakukan menggunakan bola berbahan karet agar benturan lebih ringan.

Frekuensinya pun dibatasi secara ketat. Dalam satu bulan hanya ada satu sesi latihan khusus sundulan dengan maksimal lima kali sundulan untuk setiap pemain. Pendekatan ini diharapkan membantu pemain memahami teknik dasar tanpa meningkatkan risiko benturan berulang.

Kebijakan Como 1907 didasarkan pada sejumlah penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa benturan kepala berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif pada pesepak bola profesional. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore