
AC Milan vs Manchester United menjadi ujian Ruben Amorim. Rossoneri nirmenang dalam tiga laga pramusim terakhir. (Getty Images/Robbie Jay Barratt)
JawaPos.com – Ruben Amorim berhadapan dengan mantan klub terakhirnya, Manchester United.
Momen tersebut terjadi saat Amorim yang mulai menangani AC Milan musim panas ini menjalani laga pramusim pemungkas bertajuk Super Mecz 2026 di Tarczynski Arena, Wroclaw, Polandia, malam nanti (siaran langsung beIN Sports Connect/MUTV pukul 21.45 WIB).
Amorim benar-benar disorot dalam laga tersebut. Seperti saat menangani United, pelatih berkebangsaan Portugal itu melalui jalan yang tidak mulus bersama Rossoneri –sebutan AC Milan.
Dalam tiga laga pramusim terakhir atau sejak mengalahkan junior mereka (Milan Futuro) 7-0 dalam laga internal (19/7), Rossoneri nirmenang.
Mike Maignan dkk bermain seri 2-2 melawan Celtic (25/7) dan 1-1 kontra Inter Milan (5/8) sebelum dikalahkan Chelsea dengan skor telak 0-3 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8) pekan lalu.
Usai kekalahan oleh Chelsea, Amorim kembali menggunakan istilah yang pernah melekat saat menangani United, yakni timnya harus melalui suffering atau penderitaan. ”Kami tahu kami akan sedikit menderita, tetapi kami ingin memberikan pemain pengalaman menghadapi tantangan seperti ini,” kata pelatih berusia 41 tahun itu seperti dikutip dari The Sun.
Bersama Amorim, United pada akhirnya benar-benar menderita. Dia hanya meraih 15 kemenangan dari 47 pertandingan Premier League dan membawa The Red Devils –julukan United– finis posisi ke-15 pada musim 2024–2025.
Tekanan terhadap Amorim muncul bukan hanya karena hasil laga pramusim. Mantan pelatih Sporting CP itu juga dihadapkan pada situasi sulit untuk memainkan sistem tiga bek yang menjadi ciri khasnya. La Gazzetta dello Sport menyebut, sejumlah pemain tidak masuk dalam rencana Amorim karena surplus kebutuhan tim.
Di antaranya bek versatile Fikayo Tomori, bek tengah David Odogu, dan gelandang bertahan Youssouf Fofana. Second striker Christopher Nkunku yang awalnya dianggap cocok dengan sistem 3-4-2-1, belakangan juga masuk dalam daftar jual.
Sementara itu, Maignan dan gelandang Adrien Rabiot menjadi sorotan setelah mendapat tambahan waktu libur. Gazzetta menyebut situasi tersebut berpotensi menimbulkan mal di pancia atau ketidaknyamanan di ruang ganti. Tidak heran, Corriere dello Sport memasukkan Amorim sebagai salah satu pelatih yang berpotensi menjadi korban pemecatan pertama di Serie A musim ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022