Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 13.57 WIB

Chant Anti-Palestina Menggema Usai Manor Solomon Cetak Gol, West Ham Buka Suara

West Ham meminta suporter tidak menyanyikan chant anti-Palestina. (@westham/Instagram). - Image

West Ham meminta suporter tidak menyanyikan chant anti-Palestina. (@westham/Instagram).

JawaPos.com - West Ham United meminta para pendukungnya menghentikan nyanyian provokatif yang memuat pesan anti-Palestina terkait pemain anyar mereka, Manor Solomon.

Yel-yel (chant) itu terdengar ketika West Ham menghadapi Burnley dalam laga pembuka musim Championship pada Minggu (16/8). Dalam pertandingan itu, Solomon mencetak gol untuk membantu timnya mengawali kompetisi dengan hasil positif.

Dilansir dari The Telegraph, itu bukan kali pertama Manor Solomon menghadapi kasus serupa. Ketika dipinjamkan ke Leeds United pada musim 2024/2025, pemain asal Israel itu juga menjadi sasaran chant provokatif bernada anti-Palestina. Suporter Leeds saat itu mengadaptasi melodi Do Wah Diddy Diddy milik Manfred Mann dengan lirik “Manor Solomon di benakku dan dia benci Palestina”.

Seruan serupa pun kembali terdengar di kalangan suporter West Ham saat laga melawan Burnley. West Ham pun langsung merespons dan menilai nyanyian itu bersifat memecah belah dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ingin dijunjung klub.

“Klub mengetahui adanya chant ofensif dan memecah belah yang mengandung pesan anti-Palestina, yang dinyanyikan oleh sebagian pendukung tandang dalam pertandingan pembuka EFL Championship melawan Burnley pada Minggu sore,” tulis West Ham dalam pernyataan resmi di X (dulu Twitter) pada Kamis (20/8).

West Ham memaklumi bahwa chant merupakan tradisi yang melekat dalam laga sepak bola. Namun, klub menegaskan bahwa dukungan kepada tim dan pemain hendaknya diekspresikan tanpa mencederai kelompok mana pun.

“Kami memahami bahwa bernyanyi dan chanting merupakan bagian tradisional dan sangat melekat dalam pengalaman pertandingan. Kami mendorong para pendukung untuk bernyanyi dengan lantang dan bangga tentang klub sepak bola mereka serta para pemain yang mengenakan seragam claret and blue, tetapi tidak pernah dengan cara yang menciptakan perpecahan atau menimbulkan ketersinggungan di antara sesama suporter,” lanjut pernyataan tersebut.

West Ham juga menegaskan bahwa seluruh pendukung, tanpa memandang latar belakang, berhak menikmati pertandingan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari diskriminasi maupun pelecehan.

“Terlepas dari latar belakang mereka, setiap pendukung dalam basis suporter kami yang beragam juga harus dapat menikmati menyaksikan tim mereka bermain sepak bola tanpa rasa takut, diskriminasi, atau pelecehan. Kami tetap berkomitmen memastikan semua orang merasa aman, dihormati, dan diterima,” tulis klub.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore