Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14.16 WIB

UEFA Berpotensi Akhiri Boikot Usai FIFA Beri Jaminan Terkait Pembatalan Penjualan Saham Piala Dunia

UEFA berpotensi mencabut aksi boikot terhadap FIFA. (@gianni_infantino/Instagram). - Image

UEFA berpotensi mencabut aksi boikot terhadap FIFA. (@gianni_infantino/Instagram).

JawaPos.com - Inggris dan negara-negara Eropa lainnya berpotensi mengakhiri aksi boikot terhadap kompetisi FIFA. Langkah itu kemungkinan diambil setelah FIFA memberi jaminan kepada UEFA bahwa Presiden Gianni Infantino tidak akan menjual kepemilikan saham Piala Dunia kepada investor swasta.

Sebelumnya, 55 asosiasi anggota UEFA sepakat untuk tidak mengizinkan tim nasional mereka tampil dalam ajang yang diselenggarakan FIFA. Boikot itu diberlakukan hingga UEFA memperoleh jaminan yang pasti bahwa FIFA tidak akan pernah lagi membuka tata kelola maupun kompetisinya untuk kepemilikan swasta.

Menurut laporan Telegraph Sport, FIFA saat ini telah menyampaikan komitmen itu kepada UEFA menjelang pertemuan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dengan para pimpinan asosiasi sepak bola nasional pada Kamis (27/8). Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di Monaco, bertepatan dengan agenda pengundian Liga Champions.

Jika boikot resmi dicabut, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya dapat kembali berpartisipasi dalam kompetisi FIFA. Salah satu dampak langsungnya ialah tim nasional putri Inggris dapat tampil di Piala Dunia Wanita U-20 yang akan dimulai pekan depan di Polandia. Pencabutan boikot juga memungkinkan tim senior Lionesses menjalani pertandingan playoff Piala Dunia melawan Yunani pada Oktober 2026.

Perseteruan antara UEFA dan FIFA berawal pada akhir Juli setelah Gianni Infantino mengumumkan rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta. Namun, rencana itu dibatalkan beberapa hari kemudian, setelah FIFA mendapat banyak kritikan dari berbagai asosiasi sepak bola dunia.

UEFA pun mengumumkan aksi boikot yang didukung seluruh asosiasi anggotanya. Meski rencana Infantino akhirnya dibatalkan, UEFA pada awalnya tetap menolak mengakhiri boikot karena menganggap FIFA belum memberikan jaminan bahwa skema serupa tidak akan kembali muncul. Dalam pernyataan pada 6 Agustus, UEFA menegaskan bahwa terdapat dua syarat utama untuk mengakhiri aksi boikot.

“Pertama, proposal untuk menjual kompetisi-kompetisi utama harus ditarik dan kedua, harus ada jaminan bahwa upaya untuk mengubah sepak bola dengan cara seperti ini tidak akan pernah dilakukan lagi,” tulis pernyataan UEFA. Saat ini, setelah FIFA memberikan komitmen yang diminta, peluang berakhirnya boikot semakin terbuka.

Meskipun demikian, pencabutan boikot tidak akan menghentikan upaya sejumlah pihak di Eropa untuk menggulingkan Infantino dari kursi Presiden FIFA. Pihak-pihak yang menentang kepemimpinan Infantino masih berusaha menggalang dukungan untuknya. Alternatif lainnya ialah mendorong munculnya kandidat yang dapat menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.

Di tengah potensi berakhirnya boikot, UEFA juga disebut tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Infantino terkait rencana investasi swasta yang akhirnya dibatalkan. Telegraph Sport melaporkan bahwa UEFA dapat mengajukan tindakan hukum secara resmi terhadap Infantino di Amerika Serikat dan Swiss.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore