
Rayan Cherki dan Erling Haaland. (Dok. Manchester City)
JawaPos.com - Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh 115 dakwaan terkait pelanggaran serius terhadap regulasi finansial Premier League. Dilansir dari Marca, putusan tersebut dikeluarkan oleh komisi independen yang ditunjuk untuk menangani kasus keuangan klub selama sembilan musim.
Dalam laporan hasil penyelidikan, komisi menyebut Manchester City terbukti melakukan berbagai pelanggaran terkait pencatatan keuangan dan kesepakatan komersial. Klub juga dinyatakan bersalah atas sebagian besar dakwaan terkait kegagalannya bekerja sama dalam proses investigasi Premier League.
Baca Juga:Manchester City Dinyatakan Bersalah, Eks Chairman Bicara Hukuman hingga Ancaman Keluar Liga
Penyelidikan yang berlangsung selama empat tahun itu dilakukan oleh komisi yang terdiri dari sejumlah ahli di bidang hukum, keuangan, dan bidang terkait lainnya. Salah satu temuan utama berkaitan dengan sejumlah kontrak komersial yang dinilai tidak menggambarkan kesepakatan sebenarnya antara Manchester City dan mitra bisnisnya.
Komisi menemukan adanya kesepakatan yang disebut sebagai kontrak fiktif. Skema tersebut diduga digunakan untuk meningkatkan pendapatan klub secara artifisial sekaligus mengurangi biaya yang tercatat dalam laporan keuangan.
Selain itu, Manchester City dinyatakan menyampaikan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya kepada auditor dan regulator sepak bola.
Komisi juga menemukan pelanggaran terhadap batas pengeluaran yang ditetapkan Premier League dan UEFA. Jika seluruh kesepakatan yang ditemukan dalam penyelidikan dicatat secara akurat, Manchester City dinilai telah melampaui batas pengeluaran dalam jumlah besar.
Dalam laporan tersebut, nama Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), perusahaan pemilik Manchester City, juga disebut dalam skema pembiayaan sejumlah kesepakatan komersial.
Menurut temuan komisi, beberapa sponsor hanya membayar sebagian dari nilai kerja sama yang tercantum. Sisa pembayaran disebut dibiayai oleh ADUG.
Skema serupa juga ditemukan dalam sejumlah kesepakatan lainnya. Tujuannya, menurut komisi, agar Manchester City dapat mencatat biaya operasional lebih rendah dibandingkan kondisi sebenarnya.
Baca Juga:Manchester City Dinyatakan Langgar Aturan Finansial, Rp18 Triliun Belanja Pemain Jadi Sorotan
Komisi memperkirakan berbagai skema tersebut membuat pendapatan klub meningkat secara artifisial dan biaya yang tercatat berkurang lebih dari 900 juta poundsterling selama periode yang diperiksa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022