
Gagal ke Liga Champions, Juventus minta suntikan modal lagi. (@juventus/Instagram).
JawaPos.com - Juventus berencana meminta persetujuan pemegang saham untuk melakukan penambahan modal hingga EUR 250 juta (sekitar Rp 5 triliun). Antisipasi itu dilakukan setelah Juventus memprediksi bakal kembali mengalami kerugian pada tahun fiskal berjalan.
Dilansir dari Reuters, Juventus akan meminta pemegang saham memberikan wewenang kepada dewan direksi untuk melakukan penerbitan saham baru dalam satu atau beberapa tahap hingga akhir 2026. Penambahan modal itu ditujukan untuk memperkuat basis ekuitas Juventus sekaligus menjaga daya saing klub di sektor olahraga. Dana tambahan juga akan digunakan untuk mendukung kemungkinan peningkatan aset real estat strategis, termasuk stadion klub di Turin.
Selain itu, Juventus menyebut aksi korporasi itu sebagai bagian dari upaya meningkatkan keberlanjutan finansial klub dalam jangka panjang. Pemegang saham mayoritas Juventus, Exor, dipastikan mendukung rencana tersebut. Perusahaan induk milik keluarga Agnelli itu bahkan dikabarkan akan langsung menyuntikkan dana sebesar EUR 60 juta (sekitar Rp 1,2 triliun) kepada Juventus. Exor sendiri saat ini menguasai sekitar 65 persen saham Juventus.
Rencana penambahan modal diumumkan bersamaan dengan laporan keuangan Juventus untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2026. Juventus mencatat kerugian sebesar EUR 66 juta (sekitar Rp 1,3 triliun) pada periode tersebut. Angka itu meningkat dibandingkan kerugian EUR 58,1 juta (sekitar Rp 1,1 triliun) yang dibukukan klub pada tahun sebelumnya.
Kondisi keuangan Juventus diperkirakan belum sepenuhnya pulih dalam waktu dekat. Klub menyatakan masih memperkirakan kerugian pada tahun fiskal berjalan setelah gagal lolos ke Liga Champions UEFA musim ini. Meskipun demikian, Juventus memperkirakan kondisi keuangannya akan mengalami perbaikan secara bertahap dalam dua tahun berikutnya.
Baca Juga:Prediksi Skor Argentina vs Bolivia: La Albiceleste Bidik Kemenangan di Cordoba Tanpa Messi
Kegagalan tampil di Liga Champions menjadi salah satu tantangan bagi Juventus karena kompetisi itu memberikan pemasukan besar bagi klub-klub Eropa lewat hadiah kompetisi, hak siar, serta pendapatan pertandingan. Kondisi finansial Juventus dalam beberapa tahun terakhir membuat klub membutuhkan tambahan modal secara berulang.
Para investor telah menyuntikkan sekitar EUR 1 miliar (sekitar Rp 20 triliun) ke Juventus dalam tujuh tahun terakhir. Namun, klub belum masih mampu membukukan keuntungan tahunan sejak musim 2016/2017. Rencana penambahan modal hingga EUR 250 juta (sekitar Rp 5 triliun) itu menjadi langkah terbaru Juventus untuk memperkuat neraca keuangan sekaligus mendukung kebutuhan klub di luar lapangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022