
Panel independen Premier League menemukan Manchester City bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim. Klub kini mengajukan banding setelah skema pendanaan terselubung senilai lebih dari £830 juta terungkap. (Dok. City)
JawaPos.com - Manchester City dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan serius terkait pelanggaran aturan finansial Premier League selama sembilan musim. Salah satu temuan terbesar mengungkap dana pemilik lebih dari £830 juta atau sekitar Rp19,65 triliun yang dicatat seolah-olah sebagai pendapatan komersial klub.
Manchester City membantah seluruh tuduhan dan telah mengajukan banding. Putusan mengenai sanksi juga belum ditetapkan karena proses tersebut akan berlangsung secara terpisah.
Kasus ini bermula dari kebocoran ribuan email dan dokumen internal Manchester City yang kemudian menjadi bahan pemberitaan Der Spiegel pada 2018.
Dokumen tersebut berasal dari Football Leaks yang dikaitkan dengan peretas asal Portugal, Rui Pinto. Kebocoran itu kemudian menjadi salah satu sumber penting dalam penyelidikan mengenai dugaan pelanggaran aturan finansial Manchester City.
UEFA sebelumnya menjatuhkan larangan tampil di kompetisi Eropa selama dua tahun kepada Manchester City pada 2020. Namun, hukuman tersebut dibatalkan Court of Arbitration for Sport (CAS) setelah klub mengajukan banding.
Salah satu perbedaan penting dalam kasus Premier League adalah proses disclosure. Premier League dapat meminta dan memeriksa dokumen yang tidak tersedia dalam proses penyelidikan UEFA.
Dari proses tersebut, penyidik memperoleh email, spreadsheet keuangan, serta dokumen lain yang kemudian digunakan dalam perkara selama bertahun-tahun.
Pusat perkara Premier League berada pada dugaan disguised funding atau pendanaan yang disamarkan.
Dalam sembilan musim antara 2009/10 hingga 2017/18, Manchester City mencatat sekitar £949,94 juta pendapatan sponsor dari sejumlah perusahaan yang berbasis di Abu Dhabi. Namun, panel menemukan hanya sekitar £119,25 juta yang benar-benar dibayarkan oleh para sponsor.
Sisanya, sekitar £830,69 juta, disebut berasal dari Abu Dhabi United Group (ADUG), perusahaan yang memiliki Manchester City. Menurut panel, dana tersebut dialirkan melalui sponsor sehingga tampak sebagai pendapatan komersial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022