
Para pemain 757 Kepri Jaya melakukan tes fisik dengan teknologi canggih
JawaPos.com - Klub 757 Kepri Jaya memang gagal meraih kemenangan pada laga terakhir Liga 2. Mereka ditahan imbang Persiraja Banda Aceh. Namun, mereka tak meratapinya. Tim asuhan Jaino Matos itu langsung berbenah untuk laga berikutnya.
Salah satu persiapan yang dilakukan tim Laskar Melayu - julukan klub, jelang menghadapi PSBL Langsa, Minggu (16/7) mendatang adalah dengan menggelar latihan tes fisik.
Ada yang berbeda dari latihan tes fisik kali ini. Untuk pertama kalinya Gerald Pangkali cs menggunakan sebuah teknologi canggih dalam melakukan tes fisik kepada para pemainnya.
Kondisi fisik para pemain 757 Kepri Jaya diukur dengan menggunakan rompi hitam yang didalamnya ditanamkan sebuah alat sensor monitor detak jantung. Melalui sensor dan alat monitor tersebut, pergerakan pemain dan kondisi stamina pemain selama menjalani latihan tes fisik dapat dilihat.
Alat itu berguna untuk mengukur kelenturan, kelincahan, kecepatan, keseimbangan, kekuatan otot dan daya tahan pemain. Tak hanya itu, melalui alat sensor bernama Catapult yang didatangkan dari Singapura, tim pelatih dapat juga mengetahui tingkat stres seorang pemain.
"Mental pemain sangat berpengaruh terhadap latihan," ujar pelatih 757 Kepri Jaya, Jaino Matos kepada Batam Pos (Jawa Pos Group).
Menurutnya, alat itu sangat diperlukan dalam sesi latihan fisik. Hal itu sudah sering digunakan tim-tim elit Eropa. "Di Indonesia cuma ada dua klub yang menggunakan alat ini, yakni Persib Bandung dan Bali United. Dan kita coba menggunakannya kali ini," imbuh Jaino.
"Dengan adanya data yang ditampilkan melalui alat tersebut, maka seorang pemain tidak bisa berbohong tentang kondisi fisik mereka," terangnya.
Dipimpin langsung Jaino dan didampingi pelatih fisik anyar, Muneer Musalim Said, tes fisik diikuti semua pemain. Bahkan tiga pemain baru seperti Yance Wenda, Iman Faturahman, dan Alan Martha langsung bergabung dengan Dimas cs. "Saya ingin pemain 757 Kepri Jaya memiliki kondisi fisik berstandar internasional," tambah Muneer.
Setelah dilakukan tes fisik tersebut, dapat dilihat di sebuah komputer, Gerald Pangkali, Abdurahman Lestaluhu, Muhammad Nizar dan Abdul Aziz memiliki tingkat kebugaran lebih baik dari rekan-rekan setimnya. Abdurahman pun mengaku kepayahan dengan tes fisik yang dilakoninya. "Ini pertama kalinya kami memakai alat ini dan tes fisik sangat melelahkan sekali," papar Abdurahman. (cr16/epr/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
