Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 April 2021 | 17.55 WIB

Kehadiran Mantan Winger Werder Bremen, Tak Banyak Membantu Persela

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Ambisi Persela Lamongan untuk mengalahkan Madura United di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, tadi malam belum kesampaian. Pertandingan berakhir seri 1-1.

Tapi, hasil itu sedikit memperbaiki catatan minor Persela yang dalam empat laga sebelumnya selalu kalah oleh Sape Kerrap –julukan Madura United. ’’Ini sudah menjadi hasil yang maksimal,’’ kata asisten pelatih Persela Didik Ludianto.

Bruno Lopes membawa Madura United unggul melalui golnya pada menit ke-23. Persela menyamakan skor melalui gol Akbar tiga menit berselang. Setelah gol penyeimbang, Persela sesekali mengancam lewat skema serangan balik. ’’Kami sudah berusaha menyerang. Tapi, hasil belum berpihak pada kami,’’ jelasnya.

Hadirnya pemain anyar Melvyn Lorenzen juga tidak banyak membantu. Padahal, pemain asal Jerman tersebut bermain selama 90 menit. Hal itu bisa dimaklumi. Sebab, kondisi fisiknya belum 100 persen. Meski begitu, Didik tetap memasang mantan pemain Werder Bremen itu.

’’Secara teknis kami memang butuh. Saya pasang juga sekalian untuk melihat kondisinya seperti apa. Melvyn masih harus kerja keras,’’ terang Didik.

Dua hasil imbang jelas bukan modal ideal untuk laga selanjutnya. Apalagi, berikutnya mereka bentrok kontra pemuncak klasemen Persebaya Surabaya besok malam. Karena itu, Didik meminta anak asuhnya istirahat total.

’’Besok siang (hari ini) kami akan recovery. Malamnya evaluasi laga. Kemungkinan akan ada rotasi untuk laga selanjutnya. Kami lupakan Madura United, fokus ke Persebaya,’’ ucap Didik.

Jadwal mepet juga diantisipasi Madura United. Maklum, pada laga terakhir, mereka akan menghadapi Persik Kediri (3/4). Karena itu, dalam laga tadi malam, sang pelatih Rahmad Darmawan bahkan membangkucadangkan dua pemain intinya, Zulfiandi dan Marckho Sandy.

’’Itu salah satu solusi kami untuk atasi jadwal padat. Kami harus menjaga kondisi fisik pemain agar mereka tampil maksimal dalam laga terakhir,’’ kata pelatih yang akrab disapa RD itu.

Sayang, keputusan RD mencadangkan dua pemain tersebut harus dibayar dengan kegagalan mengalahkan Persela. ’’Sangat disayangkan kami gagal memenangkan laga kali ini,’’ kata pelatih 54 tahun itu.

RD pantas gemas. Sebab, dalam laga sebelumnya, mereka kalah 1-2 oleh Persebaya. Padahal, baik dalam laga kontra Persebaya maupun Persela, Madura United mampu tampil dominan.

RD menyebut perfroma lini depan jadi masalah. ’’Kami main begitu baik di belakang, kemudian mengalirkan bola ke tengah. Tapi, saat di depan, pemain kurang tenang dalam mengonversi gol,’’ ungkap mantan pelatih Sriwijaya FC tersebut.

Hal itu yang akan dia benahi jelang laga pemungkas. ’’Kami selalu kesulitan melawan tim yang menerapkan compact defense. Saya harus cari solusi dengan kepala dingin,’’ tambahnya.

Kemenangan atas Persik jadi harga mati bila Madura United ingin lolos ke perempat final. Sejauh ini, belum ada tim dari grup C yang sudah pasti lolos ke delapan besar. PS Sleman yang mampu menang 1-0 atas Persik kini memiliki 4 poin, sama dengan Madura United. Kedua tim juga sudah melakoni tiga laga.

Editor: Ainur Rohman
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore