
Photo
JawaPos.com – Ambisi pelatih Bali United Stefano ’’Teco’’ Cugurra untuk memutus kutukan juara bertahan yang sulit menang di laga perdana Liga 1 akhirnya terwujud.
Tadi malam (27/8) tim besutannya berhasil menaklukkan Persik Kediri saat bertarung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dengan skor 1-0. Gol semata wayang dalam laga tersebut diceploskan M. Rahmat pada menit ke-83.
Dalam laga itu, Bali United dengan materi pemain lebih mentereng banyak menekan lawan. Tim dengan julukan Serdadu Tridatu itu mengandalkan Ilija Spasojevic sebagai juru gedor.
Persik yang lebih mengandalkan serangan balik mendapat peluang unggul setelah pemain Bali United Melvin Platje dianggap melanggar Arthur Felix di dalam kotak penalti pada menit ke-12.
Namun, Youssef Ezzeljjari yang maju sebagai eksekutor gagal menaklukkan Wawan Hendrawan. Bola muntah yang kembali ditendangnya juga melambung.
Imbang di babak pertama membuat Teco lebih aktif melancarkan serangan. Pemain-pemain bertipikal menyerang seperti M. Rahmat, Lerby Eliandry, sampai I Kadek Agung dimasukkan untuk membongkar pertahanan.
Hingga akhirnya Rahmat mampu memecah kebuntuan dan membuat timnya menang.
Teco mengungkapkan, timnya bisa memutus tren negatif juara bertahan sulit menang di laga perdana karena pemainnya bekerja keras.
’’Saya pikir tim sudah menyerang dari babak pertama. Di babak kedua, ada koreksi dan lebih bagus untuk mencetak gol,’’ ujarnya saat memberikan keterangan secara virtual kemarin.
Dalam laga tersebut, Stefano Lilipaly tidak masuk line-up Bali United. Teco menjelaskan bahwa pemain naturalisasi itu tidak bisa diturunkan karena ada masalah pribadi. ’’Tapi, pemain lain bisa bantu tim dan menggantikan perannya,’’ katanya.
Rahmat sangat bersyukur bisa menjadi pencetak gol perdana. ’’Kompetisi berhenti satu setengah tahun itu awalnya ada rasa gugup. Tapi, setelahnya, kami bisa tenang dan ikuti instruksi pelatih,’’ ujarnya.
Di sisi lain, pelatih Persik Kediri Joko ’’Gethuk’’ Susilo mengatakan, timnya mengalami banyak kendala. Salah satunya kondisi fisik yang belum begitu prima. Sehingga tim kedodoran memasuki menit ke-70. ’’Kendala teknis dan nonteknis tidak bisa kami hindari,’’ bebernya.
Perihal pemain asingnya yang gagal mengeksekusi penalti, Gethuk tidak mau menyalahkan. Sebab, saat latihan, Youssef sangat bagus dalam mengeksekusi penalti.
Gethuk mengambil sisi positif dari pemain. Meski gagal penalti dan sempat tertinggal, pemain tidak down dan terus berjuang. Di sisi lain, bek Persik Dany Saputra juga mengambil hal positif hasil laga perdana.
’’Untuk hari ini (semalam) sangat ketat. Ini pengalaman buat kami untuk menatap laga selanjutnya,’’ tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022