
Carlos Fortes Arema FC (Haritsah/Jawa Pos)
JawaPos.com-Eduardo Almeida bisa sedikit bernapas lega. Sebab, untuk sementara ancaman bakal didepak dari kursi kepelatihan Arema FC menjauh.
Kemarin sore pelatih asal Portugal itu akhirnya berhasil memberikan kemenangan perdana bagi Singo Edan –julukan Arema FC. Tim besutannya mengalahkan Persipura Jayapura 1-0 di Stadion Madya, Jakarta. Gol semata wayang dicetak pemain asal Portugal Carlos Fortes pada menit ketujuh.
Almeida pun lega. Menurut dia, kemenangan yang didapat tim besutannya tidak mudah. ’’Kami melawan tim kuat yang punya kualitas. Permainan sangat cepat,’’ ujarnya.
Dia menilai, Johan Alfarizi dkk bermain cukup bagus. Mereka bekerja keras sepanjang pertandingan. Beberapa peluang juga tercipta.
’’Saya pikir kami bisa mengakhiri pertandingan lebih awal jika peluang yang ada jadi gol. Tidak harus menderita sampai menit akhir,’’ sambungnya, lantas tertawa.
Mantan pelatih Semen Padang itu mengatakan, kemenangan tersebut juga membantu memulihkan mental bertanding anak asuhnya. ’’Kami sekarang fokus ke pertandingan selanjutnya. Mempertahankan kemenangan ini,’’ tuturnya.
Di kubu lawan, pelatih Persipura Jacksen F. Tiago mengungkapkan, ada yang salah dengan anak asuhnya kemarin sore. Permainan cepat dengan kombinasi umpan-umpan pendek tidak terlihat. ’’Babak pertama kami bermain sangat lambat. Banyak lakukan umpan panjang yang justru untungkan lawan,’’ paparnya.
Kecewa? Pasti. Namun, Jacksen tidak mau terlalu meratapi. Menurut dia, dengan skuad yang dipenuhi pemain muda serta menurunkan full pemain lokal, kekalahan satu gol tidak buruk. ’’Ini hasil maksimal yang bisa didapat,’’ katanya.
Di pertandingan lainnya di Stadion Madya yang berlangsung tadi malam, Madura United bermain imbang 0-0 melawan PSIS Semarang.
Dengan kembali gagal membobol gawang lawan, makin membuktikan lini serang Madura United bermasalah. Bagaimana tidak, tim berjuluk Sape Kerrap itu hanya bisa mencetak tiga gol dan kemasukan tiga gol.
Pelatih Madura United Rahmad Darmawan tidak menampik lini depannya masih jauh dari kata optimal. ’’Saya akan memperbaiki kinerja lini depan. Terutama saat pertandingan selanjutnya melawan Persipura,’’ katanya.
Pemain depan yang dimaksud adalah Rafael Silva. Sejauh ini, pemain bernomor punggung 9 itu baru mencetak satu gol. RD mengakui Rafael sebetulnya lebih bagus jika dimainkan sebagai pemain nomor 10 sebagai pengatur serangan atau bermain di sayap. Karena itu, lini depan saat ini menjadi PR terbesar bagi tim.
Penyerang muda Ronaldo Kwateh tetap mensyukuri hasil imbang yang didapat. ’’Pertandingan sangat ketat. Baik kami maupun PSIS bermain sangat disiplin. Semoga di pertandingan selanjutnya kami dapat membenahi apa yang kurang,’’ harapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022