PROGRES: Marselino Ferdinan adalah talenta muda Timnas Indonesia yang lahir dari sepak bola akar rumput hingga ke pentas Piala Asia 2023. (Tim Media PSSI)
Marselino Ferdinan dan kakaknya, Oktavianus Fernando, pernah satu tim. Tapi mereka bukan satu keluarga pertama yang membela Green Force Persebaya. Keluarga Asnan paling banyak menyumbang pemain.
Sidiq Prasetyo, Surabaya
Tidak banyak pesepakbola yang satu keluarga Persebaya. Catatan Jawa Pos, setidaknya ada empat keluarga yang pernah membela Persebaya. Berikut daftarnya:
1. Keluarga Asnan
Di antara jajaran keluarga pesepakbola yang membela Persebaya, keluarga Asnan layak dikedepankan. Bagaimana tidak, empat putra dari keluarga Asnan ini masuk dan membela Persebaya. Meski, tidak semua bergabung di masa atau tahun yang sama.
"Ada empat dari keluarga kami yang pernah di Persebaya. Ada Hartono, Ketip Suripno, Riono Asnan, dan saya," kata Margono Asnan, mantan pemain Persebaya yang terkecil dari keluarga Asnan.
Margono membela Persebaya di awal 1990-an. Tepatnya musim 1992-1993. Hebatnya, dia dipercaya menjadi kapten.
Sedangkan ketiga kakaknya, bermain di dekade 1970-an. Posisinya hanya Hartono yang menjadi pemain depan. Sedang ketiganya menempati pos di lini belakang. Ketip dan Riono pernah bermain satu tim ketika keduanya membela NIAC Mitra.
2. Keluarga Mustaqim
Dari keluarga ini, ada Sukamto, Hambali, dan Mustaqim. Di antara dua kakaknya, nama Mustaqim memang lebih populer. Wajar karena dia sukses membawa Persebaya juara Perserikatan 1987/1988. Selain itu, Mustaqim juga lama menjadi penyerang Tim Nasional Indonesia.
Sementara dua kakaknya, Sukamto dan Hambali, bermain di Persebaya musim 1979. Keduanya menempati posisi berbeda. Hambali sebagai stopper.
"Saya sebagai gelandang. Saat saya dan Hambali di Persebaya, Mustaqim masih kecil," ungkap Sukamto.
Mustaqim sendiri mengakui kedua kakaknya merupakan inspirasi baginya ingin masuk Persebaya. Akhirnya, keinginan Mustaqim itu terwujud. Bahkan capaiannya lebih tinggi dari Sukamto dan Hambali.
3. Keluarga Yusuf Ekodono
Yusuf Ekodono juga termasuk salah satu legenda Persebaya. Dia membela Green Force di kurun waktu yang cukup lama.
"Saya sudah bergabung Persebaya 1987/1988. Hanya saya kalah bersaing dengan pemain-pemain senior," kenang Yusuf.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
