Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Mei 2024 | 22.54 WIB

Menyoroti Potensi Rachmat Irianto Lepas dari Bayang-bayang Legenda Persebaya Bejo Sugiantoro

CATATKAN SEJARAH: Rachmat Irianto berpotensi mencatat sejarah sendiri di Liga Indonesia dan terlepas dari bayang-bayang Bejo Sugiantoro sebagai legenda Persebaya. (Instagram Rachmat Irianto) - Image

CATATKAN SEJARAH: Rachmat Irianto berpotensi mencatat sejarah sendiri di Liga Indonesia dan terlepas dari bayang-bayang Bejo Sugiantoro sebagai legenda Persebaya. (Instagram Rachmat Irianto)

JawaPos.com — Rachmat Irianto, atau yang akrab disapa Rian, berpeluang besar untuk mencatatkan sejarah baru dalam karier sepak bolanya. Pemain muda yang saat ini memperkuat Persib Bandung tersebut hanya selangkah lagi untuk mengantarkan timnya meraih gelar juara Liga 1 musim 2023/2024. Jika berhasil, Rian akan mengikuti jejak sang ayah, Bejo Sugiantoro, yang juga pernah meraih gelar juara Liga Indonesia.

Pada leg pertama final Championship Series, Persib Bandung menunjukkan dominasi mereka dengan mengalahkan Madura United 3-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (26/5/2024). Kemenangan tersebut menempatkan Persib dalam posisi yang sangat menguntungkan menjelang leg kedua di Stadion Gelora Bangkalan, kandang Madura United.

Dalam pertandingan tersebut, Rian tampil sebagai starter dan menunjukkan kontribusi yang signifikan bagi timnya. Dia mencatatkan satu assist untuk gol yang dicetak oleh Ciro Alves pada menit ke-70. Selain itu, statistik Rian selama 90 menit di lapangan sangat impresif. Dia berhasil melakukan 17 passing, menciptakan satu peluang, melakukan satu blok, dua intersep, tiga tekel, dan satu kali recovery bola. Permainannya yang dinamis di lini tengah menjadi kunci bagi keberhasilan Persib dalam pertandingan tersebut.

Kesempatan untuk mengangkat trofi Liga 1 musim ini akan menjadi momen bersejarah bagi Rian. Jika berhasil, dia akan menyamai catatan prestasi sang ayah, Bejo Sugiantoro, yang pernah meraih dua gelar Liga Indonesia bersama Persebaya Surabaya pada musim 1997 dan 2004. Kemenangan tersebut akan menjadi bukti bahwa Rian tidak hanya mengikuti jejak sang ayah, tetapi juga mampu mencatatkan sejarahnya sendiri.

Bejo Sugiantoro, sang ayah, adalah legenda Persebaya Surabaya. Pada musim 1997, Persebaya yang dijuluki The Dream Team, berhasil menjuarai Liga Indonesia setelah mengalahkan juara bertahan Bandung Raya di partai final dengan skor 3-1. Tim tersebut diperkuat oleh pemain-pemain berkualitas seperti Aji Santoso, Uston Nawawi, Yusuf Ekodono, Rienald Pieters, dan Jacksen F. Tiago. Tiga gol Persebaya dalam pertandingan final tersebut dicetak oleh Aji Santoso, Jacksen Tiago, dan Reinald Pieters, sementara satu-satunya gol Bandung Raya diciptakan oleh Budiman.

Kejayaan Bejo bersama Persebaya tidak berhenti di situ. Pada musim 2004, Bejo kembali meraih gelar juara Liga Indonesia bersama Persebaya. Kali ini, gelar juara diraih setelah melalui pekan pamungkas yang menegangkan. Persebaya finis di posisi pertama dengan raihan 61 poin, unggul selisih gol atas PSM Makassar yang juga mengumpulkan 61 poin di urutan kedua. Pada musim tersebut, Persebaya menjadi tim paling produktif dengan mencatatkan 55 gol dan memiliki pertahanan terbaik dengan hanya kebobolan 26 gol. Prestasi ini semakin istimewa mengingat status Persebaya sebagai tim promosi saat itu.

Skuad Persebaya musim 2004 juga dihuni oleh nama-nama top seperti Hendro Kartiko, Christian Carrasco, Leonardo Gutierrez, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Danilo Fernando. Di bawah arahan pelatih Jacksen F. Tiago, Persebaya mampu menunjukkan performa yang luar biasa sepanjang musim.

Kini, Rian berpeluang untuk menorehkan sejarah serupa. Namun, dia tidak hanya ingin dikenal sebagai anak dari legenda Persebaya, tetapi juga sebagai pemain yang memiliki prestasi gemilang dalam kariernya sendiri. Perjalanan Rian bersama Persib Bandung musim ini menunjukkan bahwa dia memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi pemain besar.

Dengan kemampuan bertahan yang solid, kemampuan menyerang yang efektif, dan kepemimpinan di lapangan, Rian telah membuktikan bahwa dia adalah salah satu pemain muda terbaik di Indonesia saat ini.

Jika Persib berhasil meraih gelar Liga 1 musim ini, Rian akan menambahkan catatan prestasi penting dalam kariernya. Gelar juara ini akan menjadi bukti kerja keras dan dedikasi Rian dalam setiap pertandingan. Dia tidak hanya mengikuti jejak sang ayah, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di dunia sepak bola Indonesia.

Pertanyaan apakah Rian bisa menorehkan sejarah itu akan terjawab pada Jumat (31/5/2024) mendatang. Pertandingan leg kedua di kandang Madura United akan menjadi penentu apakah Rian dan Persib Bandung bisa meraih gelar juara Liga 1.

Dengan segala persiapan dan performa impresif yang telah ditunjukkan, Rian dan rekan-rekannya memiliki peluang besar untuk membawa pulang trofi juara dan mengukir sejarah baru.

Bagi Rian, gelar juara ini bukan hanya tentang prestasi pribadi, tetapi juga tentang membuktikan bahwa dia bisa berdiri sendiri sebagai pemain profesional yang sukses. Menorehkan sejarah di dunia sepak bola Indonesia dan melepaskan diri dari bayang-bayang sang ayah adalah motivasi besar yang mendorong Rian untuk memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.

Kisah Rian dan Bejo Sugiantoro adalah bukti bahwa sepak bola adalah tentang kerja keras, dedikasi, dan semangat untuk selalu menjadi yang terbaik. Rian memiliki potensi untuk melampaui prestasi sang ayah dan menciptakan legenda baru dalam dunia sepak bola Indonesia.

Kini, semua mata akan tertuju pada pertandingan leg kedua final Championship Series, dan para penggemar sepak bola Indonesia akan menantikan momen bersejarah yang mungkin akan tercipta.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore