
Paul Munster jadi penerus tampuk tradisi juara Persebaya Surabaya yang terakhir kali juara Liga Indonesia pada 2004. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola legendaris di Indonesia, terakhir kali meraih gelar juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada 23 Desember 2004, tepat 16 tahun yang lalu.
Trofi tersebut diraih setelah mereka menjuarai Divisi Utama 2004. Kemenangan ini merupakan pencapaian luar biasa, mengingat Green Force saat itu berstatus sebagai tim promosi setelah menjuarai Divisi I 2003.
Persebaya tidak terlalu diunggulkan dalam perebutan gelar tersebut. Mereka ditangani oleh Jacksen F. Tiago, yang saat itu minim pengalaman sebagai pelatih, dengan Stefano Cugurra (Teco) sebagai asisten pelatih. Namun, berkat kerja keras dan strategi yang tepat, mereka berhasil mengukir sejarah.
Sebelum laga terakhir, Persija Jakarta lebih diunggulkan untuk meraih gelar juara. Hingga pekan ke-33, Macan Kemayoran memimpin klasemen dengan 60 poin, sedangkan Persebaya menguntit di posisi kedua dengan 58 poin. PSM Makassar berada di peringkat ketiga dengan poin yang sama, namun kalah selisih 12 gol dari Persebaya.
Pada pekan terakhir, Persebaya dijadwalkan menjamu Persija di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya. Pertandingan ini menjadi penentu gelar juara. Persija hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan trofi, sementara Persebaya wajib menang. Di sisi lain, PSM Makassar juga memiliki peluang menyalip kedua tim tersebut, namun dengan syarat harus menang lebih dari tiga gol atas PSMS Medan dan berharap duel Persebaya kontra Persija berakhir seri.
Susunan pemain Persebaya pada pertandingan tersebut diisi oleh sejumlah nama besar yang kerap menghiasi skuad Timnas Indonesia. Di posisi penjaga gawang, Hendro Kartiko berdiri kukuh menjaga gawang. Trio pertahanan diisi oleh Mursyid Effendi, Bejo Sugiantoro, dan Leonardo Gutierrez. Lini tengah dikawal oleh lima pemain, yakni Mat Halil, Ricardo Ramos, Anang Ma’ruf, Danilo Fernando, dan Uston Nawawi. Sedangkan duet barisan depan mempertemukan Kurniawan Dwi Yulianto dan Cristian Carrasco.
Pertandingan tersebut berlangsung sengit dan menjadi momen yang sangat dinantikan oleh para pendukung kedua tim. Dalam pertandingan yang berlangsung ketat itu, Persebaya berhasil mengalahkan Persija dan meraih gelar juara Divisi Utama 2004. Kemenangan ini bukan hanya berarti bagi klub, tetapi juga bagi dua sosok penting di balik sukses tersebut, yaitu Jacksen F. Tiago dan Stefano Cugurra.
Kini, Jacksen F. Tiago dan Stefano Cugurra telah mencatatkan diri sebagai pelatih dengan koleksi gelar terbanyak di Liga Indonesia. Berdasarkan data dari Transfermarkt, berikut adalah daftar 10 besar pelatih dengan koleksi terbanyak Liga Indonesia:
Jacksen Tiago | Brasil | Juara: 4
Stefano Cugurra | Brasil | Juara: 3
Erents Mangindaan | Indonesia | Juara: 3
Rahmad Darmawan | Indonesia | Juara: 2
Sinyo Aliandoe | Indonesia | Juara: 2
Indra Thohir | Indonesia | Juara: 2
Syamsuddin Umar | Indonesia | Juara: 2

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
