Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Juli 2024 | 23.10 WIB

Kisah Perjuangan Cici Santika, Mantan Pemain Arema FC dan Persebaya Putri yang Berjuang Melawan Penyakit TBC Otak

Potret Cici Santika yang tengah berjuang melawan penyakit TBC otak. (Keluarga Cici Santika untuk JawaPos.com) - Image

Potret Cici Santika yang tengah berjuang melawan penyakit TBC otak. (Keluarga Cici Santika untuk JawaPos.com)

JawaPos.com — Cici Santika, mantan pemain Arema FC Women dan Persebaya Putri, saat ini tengah berjuang melawan penyakit TBC otak yang mengancam karier dan kehidupannya.

Kisah perjuangan Cici bukan hanya tentang seorang atlet yang menghadapi penyakit serius, tetapi juga tentang semangat, dukungan, dan harapan yang terus menguatkan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Awal karier Cici Santika sebagai pemain sepak bola dimulai dari kecintaannya pada berbagai macam olahraga. "Untuk awal kariernya sebenarnya bukan hanya sepak bola, banyak olahraga lainnya. Pada saat sekolah pun sering mewakili sekolah di berbagai turnamen, seperti futsal dan lempar cakram," ujar Indra, saudara dari Cici Santika, kepada JawaPos.com.

Kecintaannya pada sepak bola terus berkembang hingga dia akhirnya bergabung dengan Arema FC Women dan Persebaya Putri. Prestasinya di dunia sepak bola perempuan cukup gemilang, hingga penyakit ini datang menghantam tanpa diduga.

Keluarga pertama kali mengetahui bahwa Cici Santika mengidap TBC otak ketika gejala-gejala awal mulai muncul. "Gejala awalnya demam tinggi dan nyeri hebat di kepala yang tidak kunjung sembuh. Sudah dibawa ke beberapa rumah sakit, sampai pindah tiga rumah sakit. Terakhir dirujuk ke RS Soetomo, di situ baru ketahuan diagnosanya," lanjut Indra.

Penyakit TBC otak ini membawa perubahan besar dalam kehidupan Cici, terutama dalam karier sepak bolanya.

Penyakit yang diderita Cici Santika memaksa dirinya untuk berhenti total dari dunia sepak bola. "Untuk karier sudah stop total karena kondisi Cici yang tidak memungkinkan," jelas Indra terkait dampak penyakit ini terhadap karier sepak bola Cici.

Kondisinya yang tidak stabil membuatnya harus fokus pada proses penyembuhan, meninggalkan lapangan dan rekan-rekannya di tim.

Di tengah perjuangannya melawan penyakit ini, dukungan dari keluarga, teman-teman, dan rekan satu tim sangat berarti bagi Cici.

"Untuk dukungan dari teman dan tim baru-baru ini ada, karena bulan-bulan kemarin terhambat komunikasi. Kami keluarga tidak bisa membuka sandi di HP (handphone) milik Cici, kami tidak tahu harus menghubungi siapa. Karena keadaannya penurunan kesadaran, baru awal Juli ini keadaannya membaik, bisa komunikasi walau agak kaku, baru banyak teman-temannya yang menghubungi saya, memberi support yang luar biasa," papar Indra.

Dukungan moral dan emosional ini menjadi kekuatan besar bagi Cici untuk terus berjuang melawan penyakitnya.

Keluarga Cici juga tidak berhenti memberikan semangat dan harapan bagi Cici serta orang-orang yang tengah berjuang melawan penyakit yang sama. Mereka terus berusaha untuk tetap optimistis dan mencari cara terbaik untuk membantu kesembuhannya. "Harapan saya ke depannya untuk para atlet-atlet, jaga stamina, kalau ada rezeki silahkan vaksin meningitis untuk yang sering turnamen ke luar pulau. Untuk yang sedang berjuang dari sakit, tetap semangat. Kita pasti bisa melewati ini semua," tutup Indra dengan penuh harapan.

Kisah Cici Santika adalah cerminan dari perjuangan banyak atlet dan individu yang menghadapi penyakit serius. Ini adalah cerita tentang keteguhan hati, dukungan tanpa batas dari orang-orang terdekat, dan semangat untuk tetap bertahan meski dalam kondisi terberat.

Meskipun karier sepak bolanya harus berhenti, Cici tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Perjuangan Cici Santika melawan TBC otak juga mengingatkan kita akan pentingnya kesadaran dan pencegahan terhadap penyakit ini. TBC otak adalah penyakit serius yang memerlukan penanganan medis yang tepat dan dukungan moril yang kuat.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore