Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Agustus 2024 | 16.50 WIB

Alfan Suaib Terapkan Quote Legendaris Mendiang Bos Apple Steve Jobs untuk jadi Calon Bintang Baru Persebaya Surabaya di Masa Depan

Alfan Suaib jadi salah satu calon bintang baru Persebaya Surabaya di masa depan sepak bola Indonesia. (Instagram: @officialpersebaya)

JawaPos.com — "Stay hungry, stay foolish (tetaplah lapar, tetaplah bodoh, red)."

Quote legendaris yang pernah diucapkan oleh mendiang bos Apple, Steve Jobs itu ternyata menjadi pedoman hidup bagi Alfan Suaib, pemain muda berbakat Persebaya Surabaya. Di usia 20 tahun, Alfan Suaib sudah menunjukkan sikap dan keyakinan untuk terus berkembang tanpa pernah merasa puas dengan pencapaiannya saat ini. Sosok yang baru saja dipromosikan dari Elite Pro Academy (EPA) U-20 ini tidak hanya memiliki bakat yang luar biasa, tetapi juga mentalitas yang kokoh seperti halnya Jobs dalam membangun Apple.

Alfan Suaib, pemain kelahiran Ternate, telah menorehkan catatan yang mengesankan di awal kariernya bersama tim senior Persebaya Surabaya. Musim lalu, Alfan Suaib masih bermain di EPA U-20, tetapi berkat performanya yang impresif, ia dipromosikan ke tim senior. Sistem yoyo yang diterapkan di EPA U-20 memungkinkan pemain muda seperti Alfan Suaib untuk merasakan atmosfer bermain di level tertinggi sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk kembali bermain di EPA U-20 jika diperlukan.

Kesempatan untuk membela tim senior Persebaya Surabaya tentu bukanlah hal yang datang dengan mudah. Alfan Suaib harus bekerja keras, membuktikan diri, dan menunjukkan bahwa dirinya pantas berada di posisi tersebut. Kesempatan pertamanya sebagai starter datang saat Persebaya Surabaya menghadapi PSS Sleman pada laga pembuka Liga 1 Indonesia 2024/25. Alfan Suaib diturunkan menggantikan Malik Risaldi, winger kanan pilihan pertama yang mengalami cedera saat uji coba melawan Persik.

Bermain sepanjang 45 menit pertama, Alfan Suaib berhasil membuat barisan pertahanan PSS Sleman kewalahan dengan dribbling dan kecepatan yang dimilikinya. Aksi-aksi gemilangnya bahkan mendapatkan pujian dari komentator Indosiar yang menayangkan langsung pertandingan tersebut. Bonek dan Bonita, suporter setia Persebaya Surabaya, juga tak ketinggalan memberikan dukungan melalui media sosial resmi klub. Meski mendapatkan banyak pujian, Alfan Suaib tetap rendah hati dan menyatakan bahwa dirinya belum puas dengan penampilan yang ditunjukkannya. Ia bertekad untuk terus berlatih lebih keras agar bisa memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Persebaya Surabaya.

Motivasi Alfan Suaib untuk terus berkembang juga datang dari keluarganya yang selalu mendukung setiap langkahnya. Dalam laga melawan PSS Sleman kemarin, keluarga besar Alfan Suaib di Ternate mengadakan nonton bareng untuk menyaksikan sang putra kebanggaan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya di Liga 1. Dukungan tersebut menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Alfan Suaib. Ia merasa bahwa setiap kali dirinya turun ke lapangan, ada tanggung jawab besar yang harus diembannya, bukan hanya untuk klub dan suporter, tetapi juga untuk keluarga yang selalu mendoakannya.

Statistik performa Alfan Suaib dalam laga tersebut juga menunjukkan bahwa dirinya memiliki potensi besar untuk menjadi bintang masa depan Persebaya Surabaya. Alfan Suaib mencatatkan tiga tembakan per game, dengan satu di antaranya mengarah tepat ke sasaran. Persentase passing akuratnya mencapai 75%, menunjukkan bahwa ia mampu menjaga penguasaan bola dan mendistribusikannya dengan baik kepada rekan setim. Di sektor pertahanan, Alfan Suaib juga tidak kalah impresif dengan satu intercept dan lima kali recovery bola per game. Keberhasilannya dalam melakukan dribbling dan memenangkan duel menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi.

Namun, Alfan Suaib sadar bahwa perjalanan untuk menjadi pemain bintang masih panjang dan penuh tantangan. Laga berikutnya melawan Malut United akan menjadi ujian berikutnya bagi Alfan Suaib. Menariknya, tim yang akan dihadapinya berasal dari kampung halamannya, Maluku Utara. Namun, Alfan Suaib menegaskan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi fokusnya. Sebagai pemain Persebaya Surabaya, ia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik demi meraih hasil maksimal.

Alfan Suaib juga menyadari bahwa menjadi bintang tidak hanya soal tampil gemilang di lapangan, tetapi juga bagaimana menjaga konsistensi dan mentalitas untuk terus berkembang. Seperti Steve Jobs yang tidak pernah berhenti berinovasi dan berusaha membuat Apple menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia, Alfan Suaib juga ingin terus berkembang dan menjadi pemain yang lebih baik setiap harinya.

Kisah perjalanan Alfan Suaib adalah contoh nyata bahwa pemain muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersinar di kancah sepak bola nasional maupun internasional. Dengan kombinasi bakat, kerja keras, dan mentalitas yang kuat, tidak ada yang tidak mungkin bagi Alfan Suaib untuk menjadi bintang besar di masa depan. Seperti halnya Steve Jobs yang berhasil membangun Apple dari nol menjadi raksasa teknologi, Alfan Suaib pun memiliki kesempatan untuk membangun kariernya dari dasar hingga mencapai puncak.

Dengan dukungan dari keluarga, klub, dan suporter, serta semangat yang tak pernah padam, Alfan Suaib siap menapaki jalan panjang menuju kesuksesan. Persebaya Surabaya pun boleh berbangga hati memiliki pemain muda berbakat yang siap menjadi bintang di masa depan. Kita semua tentu berharap agar Alfan Suaib terus berkembang dan menjadi bagian penting dari kesuksesan Persebaya Surabaya di kancah sepak bola nasional.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore