
Pelatih Timnas Indonesia senior Shin Tae-yong (kiri) bersama pesepak bola Timnas Indonesia senior Dimas Drajad (kedua kanan), Ramadan Sananta (kanan), dan Muhammad Ferrari (kedua kiri). (ANTARA)
JawaPos.com – Beragam tantangan menanti Timnas Indonesia jelang berhadapan dengan Arab Saudi pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Selain karena berstatus tim tamu, adaptasi kondisi dan situasi di Jeddah bisa menjadi tantangan yang harus dijalani skuad Garuda.
Timnas Indonesia dijadwalkan menantang Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, pada laga pembuka Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut rencananya akan berlangsung pada pada Kamis (5/9) malam sekitar pukul 21.00 waktu setempat atau Jumat (6/9) dini hari WIB.
Bagi Timnas Indonesia, menghadapi Arab Saudi bukan perkara mudah. Apalagi, mereka datang dengan status tamu. Karena itu, Shin Tae-yong selaku pelatih kepala skuad Garuda memutuskan untuk mempersiapkan tim lebih cepat.
Pertama, pelatih asal Korea Selatan itu mengumpulkan para pemain yang berkompetisi di Liga 1 Indonesia 2024/2025 sejak akhir bulan, tepatnya pada 29 Agustus, dan dilanjutkan berlatih selama dua hari berikutnya di Lapangan ABC Senayan Jakarta.
Selain itu, Timnas Indonesia juga memutuskan berangkat lebih awal. Mereka sudah mulai terbang dari Jakarta menuju Arab Saudi pada Minggu (1/9) siang. Skuad Garuda pun tiba pada Senin (2/9) pagi dan langsung menjalani latihan ringan.
Artinya, Timnas Indonesia kurang lebih sudah tiga hari di Jeddah. Selama itu pula Shin Tae-yong memimpin latihan skuad Garuda secara lengkap karena para pemain abroad juga telah bergabung.
Meski sudah berlatih lebih cepat dan datang lebih awal, tantangan masih akan ditemui Timnas Indonesia. Dalam dua hari latihan awal kemarin, mereka berlatih dengan kondisi cuaca tidak bersahabat.
Shin Tae-yong menyatakan, cuaca di Arab Saudi sedang hujan deras disertai salju, termasuk saat mereka latihan. Kondisi itu disebut olehnya cukup mengganggu para penggawa Garuda.
"Memang para pemain kondisinya baik-baik saja, tapi memang dua hari latihan hujan deras memang sangat unik," kata Shin seusai memimpin latihan tim, sebagaimana video kiriman PSSI-GSI.
"Hujannya pun hujan salju. Jadi, fokus pemain menjadi kurang baik. Tapi, performa pemain akan meningkat atau tidak yang menjadi perhatian," tambah mantan pelatih Korea Selatan ini.
Andai kata cuaca tidak urung membaik, potensi Timnas Indonesia bermain di tengah hujan salju bukan tidak mungkin tidak ada. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh Shin Tae-yong?
Jika berkaca dari yang sudah-sudah, Shin Tae-yong tak pernah menyiapkan strategi apa-apa dalam mengantisipasi cuaca. Itu pernah diungkapkan oleh sang pelatih dua kali, yakni saat jelang melawan Thailand di Piala AFF 2022 dan Brunei Darussalam pada 2023. Hasilnya, Garuda bermain imbang kontra Thailand dan menang 6-0 atas Brunei.
Namun, satu yang harus diingat, hujan salju merupakan hal baru untuk Timnas Indonesia. Karena itu, Shin Tae-yong semestinya menyiapkan strategi khusus. Salah satunya dengan mencoba bermain bola atas dan long ball. Sebab, jika bermain bola pendek dan datar, khawatir laju bola akan terganggu.
Selain itu, Timnas Indonesia rasanya layak untuk mencoba tendangan jarak jauh atau dari luar kotak penalti, salah satunya memanfaatkan eksekusi bola mati pun juga dapat jadi opsi. Termasuk lemparan jarak jauh ciri khas Pratama Arhan.
Tapi, tentu saja pola permainan itu sangat menantang. Sebab, terdapat perbedaan postur tubuh antara Timnas Indonesia dengan Arab Saudi. Postur Rizky Ridho Ramadhani tak setinggi para pemain tuan rumah.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
