
Andre Oktaviansyah dan pemain muda lainnya di Persebaya Surabaya butuh pendampingan tim psikolog agar lebih tenang menghadapi tekanan di lapangan. (Instagram/@andreoktvn7)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali mendapat sorotan setelah insiden terbaru yang melibatkan salah satu pemain mudanya, Andre Oktaviansyah. Dalam pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025 melawan Persita Tangerang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Andre tertangkap melakukan tindakan tidak sportif dengan memukul pemain lawan, Badrian Ilham, di menit-menit akhir pertandingan.
Aksi tersebut tentu membuat publik bertanya-tanya, apakah Persebaya Surabaya memerlukan tim psikolog untuk membantu menjaga keseimbangan emosional para pemainnya?
Kejadian yang melibatkan Andre ini tak hanya memicu kontroversi, tetapi juga membuka kembali ingatan tentang insiden serupa yang melibatkan pemain Persebaya Surabaya di musim sebelumnya, yaitu Arief Catur Pamungkas.
Pada Liga 1 Indonesia 2023/2024, Catur melakukan pelanggaran keras terhadap Ady Setiawan, pemain Dewa United, yang menyebabkan Ady tak sadarkan diri. Pelanggaran tersebut terjadi di laga yang berlangsung di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pada Sabtu (30/9/2023), tepatnya di menit ke-37 ketika keduanya berduel di udara. Akibat sikutan Catur yang mengenai kepala Ady, wasit tak ragu memberikan kartu merah langsung.
Meski kejadian tersebut sempat membuat nama Catur menjadi sorotan negatif, dia berhasil bangkit dan menunjukkan perkembangan positif dalam kariernya musim ini. Namun, insiden yang kini melibatkan Andre Oktaviansyah justru kembali mencoreng citra tim yang dikenal dengan julukan Green Force ini.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-68 menggantikan Gilson Costa, Andre bukannya memberikan kontribusi positif, malah terlibat dalam tindakan tidak sportif dengan memukul pemain Persita pada menit ke-90+9. Wasit yang memeriksa VAR tanpa ragu memberikan kartu merah kepada pemain berjuluk Cobra tersebut.
Beruntung bagi Persebaya Surabaya, tindakan Andre tidak memengaruhi hasil akhir pertandingan. Gol semata wayang Bruno Moreira pada menit ke-11 sudah cukup untuk membawa Persebaya Surabaya meraih tiga poin penuh dari laga tersebut.
Namun, pertanyaan besar yang muncul apakah Persebaya Surabaya membutuhkan bantuan psikolog untuk menjaga stabilitas mental dan emosional para pemain mudanya?
Dalam dunia sepak bola modern, peran psikolog dalam tim tak bisa dianggap sepele. Seringkali, tekanan yang dihadapi para pemain di lapangan bisa memicu reaksi emosional yang berlebihan, terutama dalam situasi krusial seperti di akhir pertandingan.
Psikolog olahraga dapat membantu para pemain mengelola emosi mereka, meningkatkan konsentrasi, serta mengurangi stres yang muncul akibat tekanan pertandingan.
SIA Academy, sebuah akademi sepak bola terkemuka, menekankan pentingnya psikologi dalam olahraga, termasuk sepak bola. Menurut mereka, sepak bola bukan hanya permainan fisik, tetapi juga mental.
Aspek-aspek seperti fokus, perhatian, penghafalan taktik, dan koordinasi sangat bergantung pada kondisi mental pemain. Psikolog dalam tim sepak bola profesional berperan dalam membantu pemain menghadapi tantangan mental, baik dalam pertandingan maupun latihan.
Dalam kasus Andre Oktaviansyah, tindakan emosional yang dilakukannya jelas merupakan sinyal bahwa ada tekanan yang mungkin tidak mampu dikelola dengan baik.
Momen ketika Persebaya Surabaya digempur habis-habisan oleh Persita Tangerang mungkin membuat Andre merasa frustrasi, dan sebagai pemain muda, dia belum memiliki pengalaman yang cukup untuk mengelola tekanan semacam itu dengan tenang. Inilah pentingnya pendampingan psikologis bagi pemain muda seperti Andre agar mereka dapat belajar mengendalikan emosi dalam situasi sulit.
Tak hanya itu, psikolog olahraga juga membantu dalam membangun kepercayaan diri pemain. Kepercayaan diri adalah salah satu aspek terpenting dalam performa pemain di lapangan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
