
Persebaya Surabaya telah menunjukkan bagaimana seharusnya bermain di Liga 1 Indonesia untuk terus meraih poin dalam jadwal padat. (Instagram/@officialpersebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan ketangguhannya dengan kemenangan keempat beruntun di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Green Force sukses mengatasi perlawanan PSBS Biak dengan skor tipis 1-0 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (22/9) malam.
Hasil ini membawa Persebaya Surabaya ke puncak klasemen sementara dengan rekor tak terkalahkan: lima kemenangan dan satu hasil imbang dari enam laga.
Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya, mengapresiasi perjuangan para pemainnya dalam menghadapi jadwal padat dan kondisi fisik yang letih. Gol cepat pada menit ke-16 yang dicetak oleh striker andalan, Flavio Silva, menjadi satu-satunya gol yang bertahan hingga akhir pertandingan.
Meski Biak berusaha keras untuk mencetak gol balasan, rapatnya pertahanan yang dipimpin oleh Slavko Damjanovic membuat PSBS gagal menembus pertahanan Persebaya Surabaya. Tercatat, Persebaya Surabaya melakukan 14 tekel, 22 intersep, dan 19 sapuan, memastikan gawang yang dikawal Andika Ramadhani tetap nirbobol.
Paul Munster tak menutupi bahwa pertandingan ini sangat berat bagi timnya. "Kita main setiap empat hari sekali, tanpa waktu latihan sama sekali. Setelah pertandingan, hanya ada recovery, traveling, official training, lalu tanding lagi," jelas Munster dalam sesi konferensi pers usai pertandingan. "Situasi ini berbeda dengan PSBS Biak yang memiliki keuntungan dari tiga laga home berturut-turut. Namun, mentalitas para pemain dan keyakinan mereka untuk menang membuat kita mampu membawa pulang tiga poin."
Strategi pragmatis Persebaya Surabaya yang lebih banyak bertahan di babak kedua dipertanyakan oleh beberapa pihak. Namun, Munster menegaskan bahwa itu adalah bagian dari rencana permainan.
Meski begitu, Persebaya Surabaya masih berhasil menciptakan sejumlah peluang emas, salah satunya melalui Flavio Silva yang hampir menggandakan keunggulan. Sayangnya, sontekannya melenceng tipis dari gawang setelah menerima umpan terobosan dari Francisco Rivera.
"Kami memiliki 3-4 peluang untuk mengakhiri pertandingan lebih cepat, tetapi sayang tidak ada yang berhasil menjadi gol tambahan," ungkap Munster. "Pemain kelelahan, dan kondisi lapangan pun terasa berat. Tapi, yang terpenting adalah kami menang dan mendapatkan clean sheet."
Kemenangan ini memberi Persebaya Surabaya waktu sedikit lebih panjang untuk melakukan pemulihan sebelum menghadapi laga berikutnya melawan Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (27/9). Munster berharap dukungan penuh dari Bonek dan Bonita untuk memenuhi tribune dan memberikan semangat kepada tim.
Andhika Ramadhani, penjaga gawang yang tampil gemilang dalam laga ini, mencatatkan clean sheet pertamanya di musim ini. Total tujuh penyelamatan dibuatnya, menjaga keunggulan tipis Persebaya Surabaya sejak gol Flavio Silva. "Alhamdulillah, kita mendapatkan tiga poin yang sangat berharga," ujar Andhika. "Kita semua kelelahan, tapi perjuangan bersama-sama membawa hasil yang luar biasa."
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Andhika, yang dipercaya mengawal gawang Persebaya dalam dua laga terakhir menggantikan Ernando Ari Sutaryadi yang absen karena sakit. Andhika mampu menjawab kepercayaan pelatih dengan baik. "Di Persebaya, siapa pun yang bermain harus maksimal. Yang penting adalah kemenangan untuk tim," tambahnya.
Benny Van Breukelen, pelatih kiper Persebaya Surabaya, juga memuji penampilan Andhika. Bahkan, dia sempat turun ke lapangan untuk memberikan semangat kepada Andhika ketika penjaga gawang itu mendapatkan perawatan medis. "Tadi, saya yang meminta kepada tim medis bahwa saya ingin ikut melihat Dhika apakah dia bener bener cedera atau tidak. Saya ingin memastikan langsung," kata Benny.
Meski kemenangan diraih, tak sedikit netizen yang memberikan komentar terkait gaya bermain pragmatis Persebaya Surabaya. Banyak yang menilai bahwa permainan lebih banyak menunggu dan bertahan membuat laga kurang menarik. Data ball possession dari beberapa laga terakhir menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya tidak terlalu dominan dalam penguasaan bola, tetapi lebih fokus pada efektivitas serangan.
Dalam laga melawan PSBS Biak tadi malam, Persebaya Surabaya hanya mencatat 37 persen penguasaan bola, sementara Biak unggul dengan 63 persen. Namun, pada akhirnya, Green Force tetap berhasil memenangkan pertandingan.
Statistik menunjukkan bahwa Paul Munster tidak terlalu mementingkan penguasaan bola, melainkan lebih fokus pada bagaimana mencetak gol dan meraih kemenangan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
